FOTO: Wakil Bupati Maros, HA Harmil Mattotorang, menghadiri aksi penanaman bibit mangrove yang menjadi rangakaian kegiatan pencanangan program bina lingkungan 2019 oleh PT Angkasa Pura I bersama dengan Institusi penelitian Dan pengembangan masyarakat (IPPM) di Dusun Binanga Sangkara, Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa, Maros/Selasa, 27 Agustus 2019/Muhammad Yusuf/GOSULSEL.COM
#

Lestarikan Lingkungan, Wabup Tanam 2.500 Bibit Mangrove di Maros

Selasa, 27 Agustus 2019 | 22:22 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

MAROS, GOSULSEL.COM – Wakil Bupati Maros, HA Harmil Mattotorang, menghadiri aksi penanaman bibit mangrove yang menjadi rangakaian kegiatan pencanangan program bina lingkungan 2019 oleh PT Angkasa Pura I bersama dengan Institusi penelitian Dan pengembangan masyarakat (IPPM) di Dusun Binanga Sangkara, Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa, Maros. Selasa (27/8/2019).

Dalam kegiatan ini, sedikitnya 2.500 bibit mangrove ditanam di sepanjang bibir pantai Dusun Binanga Sangkara. Selain itu, juga dilakukan pembangunan tracking tahap I.

muhammad-ismak

Wabub Maros HA Harmil Mattotorang, mengapresiasi kegiatan yang sangat mengedukasi pemuda Dan warga Bontoa ini.

“Kegiatan ini selain bentuk pelestarian lingkungan juga bisa dimanfaatkan warga untuk menggenjot perekonomiannya sebagai salah satu mata pencaharian. Bontoa, selain ikan, udang Dan kepiting, juga bisa memanfaatkan nilai ekonomis dari mangrove,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Menurut Andi Toto sapaan akrabnya, bahwa selain nilai ekonomis hamparan mangrove Yang ada di Ampekale ini juga bisa mendorong potensi ekowisata.

“Kegiatan ini mendorong potensi Desa Ampekale dan nilai-nilai budaya lokal yang baik untuk kemajuan pariwisata di Kabupaten Maros, sehingga bisa dipadukan menjadi objek wisata unggulan,” katanya.

Sementara itu Sekertaris Desa Ampekale Muh. Ansar berharap, kegiatan ini bisa ditindaklanjuti langkah ril dengan kerjasama stakeholder. Pelestarian sumber daya alam (sda) dibarengi dengan peningkatan sumber daya manusia (sdm). Sehingga, pemanfaatan bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya Dan sebagaimana mestinya.

“Jelas ini adalah peluang usaha baru bangi warga kami di Desa Ampekale. Namun, perlu adanya pembinaan yang dilakukan kepada warga agar nilai dan harapan untuk peningkatan ekonomi serta pelestarian lingkungan itu bisa dicapai,” ujar Ansar.

Turut hadir dalam acara ini pihak Pemkab Maros, Camat Bontoa Lurah Bontoa, serta Tokoh Pemuda, agama dan masyarakat.(*)


BACA JUGA