FOTO: Ketua DPD PAN Bulukumba, Andi Zulkarnain Pangki/Kamis, 15 Agustus 2019/MF/GOSULSEL.COM
#

Dewan Pertanyakan Peranan Perencanaan Proyek Laston Jalan Merpati

Sabtu, 25 Januari 2020 | 13:14 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

BULUKUMBA, GOSULSEL.COM – Anggota DPRD Kabupaten Bulukumba, Andi Zulkarnain Pangki mempertanyakan peranan perencana dan pengawas proyek Laston Jalan Pantai Merpati, serta berapa kali memberikan petunjuk tentang pelaksana pekerjaan.

Karena, kata Andi Nain sapaan Andi Zulkarnain Pangki, di dalam suatu pekerjaan terdapat tiga kontraktor, yakni kontraktor perencana, kontraktor pengawas dan kontraktor pekerjaan fisik.

“Saya tidak bisa bayangkan kegiatan berikutnya karena di PU kebanyakan non tehnik bahkan ada S.Ag,” sesal Andi Nain, Sabtu (25/1/2020).

Olehnya ia memberikan saran sebelum berimplikasi hukum dikemudian hari, agar sebaiknya diselesaikan dan berkoodinasi dengan perencana dan pengawas.



“Saya kira memperbaiki yang salah untuk menghasilkan yang lebih baik sesuai dengan tertuang dalam kontrak, karena berbeda dengan sengaja untuk berbuat yang salah dengan tidak punya niat untuk berbuat kesalahan,” harapnya.

Hal ini ditegaskan Andi Nain lantaran pada pekerjaan Laston di Jalan Pantai Merpati dinilasi tidak sesuai harapan.

Sebelumnya dia menegaskan. besar anggaran yang digelontorkan ke proyek yang menggunakan Dana Insentif Daerah (DID) ini, dinilai tidak sebanding dengan hasil.

Anggaran yang digelontorkan pada proyek ini kurang lebih sebanyak Rp6,6 miliar. Namun, aspal jalan yang telah terbangun sangatlah tipis dan kepadatannya dinilai dibawah standar layak.

“Kalau kita bandingkan laston jalan Nasional ruas Ela-ela-Tabbutu kurang lebih 2 km lengkap dengan dranaise, sudah diplester anggarannya juga Rp6 miliar. Tidak ada apa-apanya ini,” kata dia.(*)


BACA JUGA