FOTO: Rapat Koordinasi dengan Tim Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini TGUPP dan Pemkab Wajo/Selasa, 10 Maret 2020/Humas Pemkab Wajo
#

Wakil Bupati Wajo Optimis Kejayaan Sutera di Sulawesi Selatan Akan Kembali

Kamis, 12 Maret 2020 | 09:20 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

WAJO, GOSULSEL.COM – Wakil Bupati Wajo, Amran SE menghadiri Rapat Koordinasi dengan Tim Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini TGUPP di ruang rapat pimpinan kantor Bupati Wajo, Selasa (10/3/2020).

Rakor ini diselenggarakan untuk
membahas berbagai langkah langkah strategis Percepatan dalam persiapan dalam pelaksanaan Pembangunan Pengembangan sutera di Kabupaten Wajo dan Soppeng di Sektor hulu.

“Mengembalikan kejayaan sutera di Sulsel merupakan salah satu program prioritas Gubernur Prof Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman,” kata Amran.SE.

Ia menyebutkan, anggaran sebesar Rp2,3 miliar di Dinas Kehutanan Provinsi akan digunakan untuk tanaman murbai 1 juta pohon yang disebar pada beberapa lokasi kecamatan di Kabupaten Wajo merupakan kegiatan hulu untuk pengembangan Sutera secara berkelanjutan.



“Sementara dinas perindustrian provinsi menyiapkan anggaran sebesar 5.222.000.000., digunakan untuk membangun rumah produksi di Kabupaten Wajo yang dilengkapi mesin pemintal, pengembangan SDM, hingga pembangunan rumah kokon,” jelasnya.

Jadi total anggaran yang disediakan Provinsi untuk Kabupaten Wajo sebesar 7.522.000.000 APBD I.

Selain melakukan penguatan hilir, Pemprov Sulsel juga fokus pada hulu industri sutera melalui Dinas Kehutanan. Mulai dari penanaman murbei, rumah ulat, hingga pengadaan traktor dan sumur bor untuk menjamin ketersediaan kokon.

Amran SE mengatakan, Kabupaten Wajo dan Soppeng menjadi dua daerah yang menjadi fokus sentra pengembangan sutera di Sulsel.

Untuk itu, Amran meyakini, upaya mengembalikan kejayaan sutera di Sulsel dengan fokus pada pengembangan mulai dari hulu ke hilir dapat berhasil.

Ia pun mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjadikan Kabupaten Wajo sebagai sentra pengembangan sutera.

“Selaku pemerintah kabupaten Wajo akan mendukung dengan melaksanakan kegiatan pengolahan lahan 100 Ha untuk menanam tanaman murbai, merehabilitasi rumah ulat kecil, membangun rumah ulat besar dan membuat sumur pompa dan pipa jaringan irigasi pada lahan penanaman murbei,” kata dia.

Dirinya berharap melalui Rakor percepatan ini dapat berhasil sehingga kejayaan sutera di Sulawesi Selatan kembali dan dapat meningkatkan kesejahteraan khususnya bagi masyarakat Wajo”.

“Kita memberikan target pada bulan November sudah ada hasil,” tutupnya.(*)


BACA JUGA