Ketua PMI Makassar, Syamsu Rizal MI saat berbicara di hadapan para awak media di Gedung PMI Makassar, Minggu (29/03/2020).

Stok Darah Menipis, PMI Makassar Butuh Pendonor

Minggu, 29 Maret 2020 | 20:59 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Makassar saat ini tengah membutuhkan pendonor darah. Pasalnya, stok darah kian menipis tiap harinya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua PMI Makassar, Syamsu Rizal MI di Gedung PMI Makassar, Minggu (29/03/2020). Ia menjelaskan, stok darah saat ini hanya berjumlah 1.066 kantong. Ini pun hanya mencukup untuk delapan hari kedepan.

“Kita hanya punya stok 1.066 kantong. Jumlah tersebut boleh dibilang menuju kritis, tidak normal,” akunya.

Sejatinya, ideal ketersediaan stok darah ialah sebanyak 1.500 kantong untuk persediaan 10 hari. Padahal, menurut standar nasional, persediaan tersebut hanya untuk empat hari. Sementara, standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) cuma dua hari dengan jumlah yang sama.



Belum lagi, ketersediaan stok trombosit yang kini sudah tidak ada. Hal ini disebabkan karena banyak masyarakat yang saat ini hanya berdiam diri di rumah lantaran ada larangan untuk berkegiatan di luar. Sehingga, pendonor pun ikut berkurang.

“Khusus untuk komponen trombosit itu semua kosong,” ujar pria yang akrab disapa Deng Ical ini.

Untuk mengantisipasi krisis stok darah, ia membutuhkan pendonor agar kebutuhan darah bisa kembali terpenuhi. Ia pun juga meminta para masyakarat agar mau menyumbangkan darahnya kepada mereka yang lagi membutuhkan. Pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang agar para pendonor mau mentransfusikan darahnya.

“Makanya kita minta media untuk menyampaikan pendonor, lembaga yang menyediakan wadah jangan dibatalkan gara-gara corona. Kita sudah siapkan penyemprotan dan vitamin untuk mereka yang mau mendonor,” katanya. (*)


BACA JUGA