Jalur utama Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe yang ditutup karena antisipasi penyebaran Virus Corona, saat diabadikan, Selasa, 31 Maret 2020.

Jalan Tetap Ditutup, Lurah Lanna : Lebih Banyak Warga yang Setuju

Selasa, 31 Maret 2020 | 15:15 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Rusli - GoCakrawala

GOWA, GOSULSEL.COM— Akses utama di dalam Ibukota Kecamatan Parangloe, Gowa dipastikan tetap ditutup. Kendati ada sebagian warga protes, namun pemerintah kelurahan tidak akan membuka jalan.

Lurah Lanna, Syahrir mengatakan, jalan yang terlanjur sudah ditutup tidak akan dibuka dengan alasan lebih banyak warga yang setuju.

“Setelah melakukan kunjungan ke warga hanya 9 orang setuju jalan dibuka. 40 orang menyatakan jalan tetap ditutup,” ungkap Syahrir kepada Go Cakrawala, Selasa, (31/3/2020)

Dari enam titik jalur yang ada, kata dia, hanya dua titik tetap ditutup. Selebihnya, jalur lainnya tetap dibuka untuk akses masyarakat.



“Jadi dua titik saja yang tetap ditutup. Hanya jalur khusus. Tiga titik yang sebelumnya juga ditutup, sejak kemarin telah dibuka,” bebernya.

Terkait kapan akses jalan yang ditutup dibuka kembali, Syahrir mengaku tergantung Tripika dan situasi wabah virus Corona atau Covid-19.

“Menunggu petunjuk dari Tripika dan melihat kondisi perkembangan penyebaran virus Corona,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, warga terutama pemilik kios atau warung kecil memprotes keras penutupan jalan ini.

Mereka meradang. Warung sepi pembeli. Warga Kelurahan Lanna, Samsi Daeng Sanrang menyatakan sangat resah dengan penutupan jalan itu.

Sejak jalan ditutup, Sabtu (28/3/2020), tak ada lagi pembeli yang singgah di warungnya.
Penutupan jalan itu juga dinilai sepihak dan berlebihan.

“Banyak warga yang tidak setuju jalan ditutup. Tapi hanya saya yang berani terang-terangan protes,” ucap Samsi kesal. (*)


BACA JUGA