Ketua PMI Makassar Dr Syamsu Rizal Mi, bersama dr Wahyudi Muchsin, terjun langsung melakukan edukasi ke karyawan perusahaan PT Bintang tentang virus Corona atau Covid-19, Sabtu (18/4/2020)

Bersama IDI, Ketua PMI Makassar Terjun Langsung Edukasi Karyawan PT Bintang

Sabtu, 18 April 2020 | 22:13 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Ketua PMI Makassar Dr Syamsu Rizal Mi, bersama dr Wahyudi Muchsin, terjun langsung melakukan edukasi ke karyawan perusahaan PT Bintang tentang virus Corona atau Covid-19, Sabtu (18/4/2020).

Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk imbauan Covid-19 serta bertatap muka langsung, tapi tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk sosial distancing.

Melalui pengeras suara, Dr Wahyudi Muchsin mengimbau kepada seluruh karyawan Bintang agar lebih waspada terhadap bahaya virus Corona.

“Virus Corona ini menyerang dari segala usia mulai dari bayi, remaja sampai usia lanjut, sehingga ini perlu kita waspadai bersama,” ujar dokter coboi ini.



Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada seluruh karyawan PT Bintang untuk tetap berprilaku hidup sehat rajin cuci tangan dan memakai masker dalam melakukan setiap aktivitas.

“Bagi karyawan yang sering bersentuhan langsung dengan pembeli harus pakai sarung tangan supaya terhindar dari virus Corona. Jangan lupa juga pakai masker dan rutin cuci tangan,” mintanya.

“Tapi janganki juga menganggap kalau sudah pakai sarung tangan kita bilang sudah aman dari virus Corona, karena itu hanya mencegah saja. Jangan sampai kita merasa sudah pakai kos tangan baru kita gosok mata dan gosok hidung baru belum cuci tangan karna itu sama saja,” lanjutnya.

Sementara Ketua PMI Makassar Dr Syamsu Rizal Mi, menjelaskan terkait akan dilakukan PSBB di Kota Makassar.

“Mulai tanggal 24 mendatang tidak boleh lagi ada kehidupan sebebas seperti dulu lagi termasuk aktivitas bisnis di Bintang ini akan ditutup sementara, tinggal di atur dengan baik agar tetap produktif,” kata Deng Ical.

Lanjut kata dia, pada saat pelaksanaan PSBB nanti hanya tiga yang boleh buka yakni kantor layanan pemerintah, toko sembako dan tokoh kesehatan.

“Banyak yang bilang bahwa susah sekali ini karna tidak jalan perputaran ekonomi, tapi maumi di apa itulah pilihan terbaik dari semua pilihan untuk memutus mata rantai penyebaran Corona di Makassar,” jelasnya.

“Biar mki dua minggu ini tidak produktif yang penting selesai ini wabah Corona di Makassar. Memang pahit ki kita rasa tetapi mau mi di apa dari pada kita tidak ada kepastian kapan selesainya ini virus Corona,” lanjutnya.

Olehnya itu, mantan Wakil Wali Kota Makassar ini meminta seluruh pihak dan masyarakat untuk bersama bersama mendukung pemerintah dalam melaksanakan PSBB di Makassar terutama PT Bintang ini yang telah memperlihatkan kepeduliannya.

“Biarmki kita yang jadi korban duluan agar perusahaan lainnya bisa mengikuti apa yang telah dilakukan Bintang, supaya wabah Covid-19 ini bisa segera berlalu dan kita bisa beraktivitas kembali seperti biasa,” tutupnya.(*)


BACA JUGA