Kanit Lantas Polsek Rappocini, Iptu Azis saat menyuruh pengendara memutar balik di Perbatasan Makassar-Gowa Jalan Alauddin, Jumat (24/04/2020).

Hari Pertama PSBB Makassar, Banyak Pemotor Berboncengan Disuruh Putar Balik

Jumat, 24 April 2020 | 17:30 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hari ini, Jumat (24/04/2020). Perbatasan kota pun dijaga ketat.

Seperti pada perbatasan Makassar-Gowa di Jalan Alauddin. Adapun yang menjaga daerah tersebut ialah Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, Kepolisian Sektor (Polsek) Rappocini, Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP), Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar, TNI serta Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel.

Dalam proses penjagaan tersebut, banyak pengendara roda dua yang berboncengan harus dihentikan oleh pihak Kepolisian. Mereka pun disuruh putar balik lantaran melanggar aturan PSBB.

Ditanya soal ini, Kepala Unit (Kanit) Lalu Lintas (Lantas) Polsek Rappocini, Iptu Aziz menjelaskan, bahwa ada larangan untuk berboncengan bagi mereka yang tidak sekeluarga. Sebab, ini aturan tersebut juga tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Peraturan Wali Kota (Perwali).



“Itu tidak satu alamat atau serumah. Sekarang aturannya yang boleh itu yang suami istri, yang jelasnya dia serumah, satu alamat,” katanya saat ditemui, Jumat (24/04/2020).

Untuk memastikan, ia juga memeriksa identitas pengendara yang berboncengan. Jika tidak ada kecocokan atau tidak sesuai syarat, maka dipastikan mereka bakal disuruh putar balik.

“Tapi beralasan saudara, kita periksa Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk mengetahui betul dia satu alamat atau tidak. Kalau tidak satu alamat, kita suruh balik,” jelasnya.

Selanjutnya, apabila nantinya dua atau tiga ke depan, para pengendara tersebut masih melakukan hal yang sama, mereka akan diberi tindakan tegas. Adapun sanksinya, kata dia, belum ada keputusan dari pihak pimpinan.

“Kalau untuk 2-3 hari masih begitu yah kita akan tindak tegas. Tapi untuk tindak tegasnya kita belum tahu karena belum ada dari pimpinan,” ujarnya.

Salah satu pengendara, Syahrul terpaksa disuruh putar balik oleh pihak kepolisian. Sebab, ia berboncengan dengan keponakannya. Dimana mereka tidak serumah. Padahal, mereka hendak pergi kerja di Grand Toserba.

“Iya disuruh balik, keponakanku saya bonceng,” kata pria asal Gowa ini. (*)


BACA JUGA