#

Ini Penjelasan Kandisos Bulukumba Soal Bantuan 15 Kg Beras Diganti 2 Kg Gula Pasir

Kamis, 30 April 2020 | 21:07 Wita - Editor: Dilla Bahar -

BULUKUMBA, GOSULSEL.COM–Dinas Sosial mengklarifikasi sorotan berbagai pihak mengenai penyaluran bantuan bahan pokok, khususnya terkait item beras 3 kilogram dan 15 kilogram. Kepala Dinas (Kadis) Sosial, Syarifuddin menyebutkan jika jumlah beras yang diterima oleh warga hanya 3 kilogram saja bukan 15 kilogram.

Pada perencanaan awal, kata Syarifuddin, pihaknya memang mengusulkan anggaran beras tersebut sebanyak 15 Kg untuk 5.000 Kepala Keluarga(KK), namun dibatalkan karena adanya bantuan dari stok cadangan beras dari Bulog sebanyak 30 ton dan 9 ton dari Dinas Ketahanan Pangan.

“Jadi dalam refocusing anggaran beras itu tidak jadi kita anggarkan, namun mengganti menjadi gula pasir 2 Kg,” ungkapnya. Kamis (30/4/2020)

Namun demikian, jumlah penerima bantuan bahan pokok ditambah dari 5.000 menjadi 6.500 KK. Setiap KK menerima beras 3 kg, gula pasir 2 kg, telur 2 rak, Indomie 40 bungkus dan minyak kelapa 2 liter.



Selain itu, Dinas Sosial juga mendistribusi bantuan dari Provinsi untuk 1.300 KK berupa beras 13 ribu kg, Mie Instan 1300 dos, telur 2600 rak, minyak goreng 2.600 liter, gula pasir 2600 kg, tepung terigu 1.300 kg, ikan Sardiner 5200 kaleng

Pemerintah Kabupaten Bulukumba kembali mengusulkan ke Pemerintah Provinsi untuk 2.200 KK sehingga total penerima bantuan bahan pokok yang akan diterima oleh warga yang terdampak Covid-19 sebanyak 10 ribu KK.

Selain distribusi bantuan bahan pokok, secara keseluruhan pemerintah tetap menyalurkan program bantuan perlindungan sosial yang selama ini berjalan secara reguler, seperti distribusi Beras Sejahtera (Rastra) 15.074 KK, Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 12.400 KK dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) akibat Covid-19 sebanyak 8.970 KK.

Jika ditotalkan maka secara umum jumlah bantuan yang beredar di masyarakat Bulukumba untuk menangani dampak Covid-19 sebanyak 44.244 KK.(*)


BACA JUGA