Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb bersama Kadinsos Kota Makassar, Mukhtar Tahir meninjau kondisi paket bantuan tersebut di Gudang Bulog, Jumat (08/05/2020).

Warga Non KTP Makassar Bisa Dapat Bantuan Sembako Presiden

Sabtu, 09 Mei 2020 | 09:33 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Sebanyak 10 ribu paket bantuan sembako dari Presiden RI, Jokowi Widodo telah datang di Makassar. Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb meninjau kondisi paket bantuan tersebut di Gudang Bulog, Jumat (8/5/2020).

Di tempat tersebut, Iqbal bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar, Mukhtar Tahir mengecek satu persatu isi paket untuk memastikan jumlah dan jenis isi setiap paket. Termasuk juga memastikan kondisi keamanannya.

Selanjutnya, bantuan tersebut akan di distribusikan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar. Lalu akan dibagikan kepada warga yang terdampak Corona atau Covid-19.

Iqbal Suhaeb menjelaskan, penyaluran bantuan paket sembako tersebut akan diutamakan bagi para pendatang. Atau mereka yang menetap di Makassar namun tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) domisili Makassar.



Ia pun mencontohkan, seperti mahasiswa yang terpaksa harus tidak pulang kampung. Sebab, khawatir membawa virus Corona ke keluarganya. Mereka pun berhak mendapatkan bantuan tersebut.

“Khusus bantuan ini, kita rencana akan mendistribusikan ke warga kita khususnya yang tidak memiliki KTP atau KK, atau yang tidak memiliki indentitas. Termasuk juga mahasiswa-mahasiswa dari kota lain yang tertahan di Makassar dan masih tinggal di kos-kosan,” ujar Iqbal.

Sementara itu, di tempat yang sama, Mukhtar Tahir mengatakan bahwa bantuan tersebut langsung akan dibagikan ke warga yang tidak terakomodir bantuan apapun yang sedang berjalan. Warga yang akan menerima bantuan ini pun merupakan yang terdampak Corona.

“Jadi sasaran kita untuk bantuan ini kepada warga kita yang tidak beridentitas, korban PHK akibat Covid-19, seniman, karyawan THM yang dirumahkan, mahasiswa yang berasal dari kota lain namun tidak bisa pulang,” ujar Mukhtar. (*)


BACA JUGA