Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Makassar, Ismail Hajiali saat ditemui di Posko Covid-19 Makassar Balai Mutiara, Senin (06/04/2020).

PSBB Makassar Berakhir Pekan Depan, Jalan Alternatif Bakal Diperketat

Sabtu, 02 Mei 2020 | 16:10 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Tak hanya perbatasan kota yang diawasi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Makassar. Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar juga bakal memperketat jalan alternatif.

Sebelumnya, pemeriksaan ketat dilakukan di 6 titik perbatasan Kota Makassar. Dengan melakukan pengukuran suhu tubuh, penyemprotan disinfektan serta pemeriksaan KTP.

Hasilnya sejumlah pengendara kerap ditemukan melakukan pelanggaran. Seperti mengangkut penumpang, tidak mengenakan masker, pemeriksaan KTP bagi pengendara yang tidak satu alamat.

Juru Bicara Penanganan Gugus Tugas Covid-19, Ismail Hajiali menuturkan secara umum evaluasi PSBB di perbatasan dinilai telah sesuai dengan rencana selama sepekan terakhir. Sehingga, pihaknya juga memutuskan untuk memperketat daerah lain, yakni di jalan alternatif.



“Walaupun di sana sini secara utuh belum maks, kalau ada saran di jalan protokol setiap saat dilakukan pagi sampai sore itu teman-teman Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub) hingga, TNI-Polri lakukan di Jalan Penghibur, Sudirman di jalan bandang dilakukan. Adapun kalau ada secara fakta ada berboncengan, itu dilakukan tapi semua ini akan dimaksimalkan ke depan,” katanya, Jumat (01/05/2020).

Pihaknya pun tak memungkiri sejumlah pelanggaran yang terjadi di jalan alternatif kerap dijumpai. Namun hal tersebut tentunya akan menjadi perhatian dari pihak Gugus Tugas Covid-19. Agar penyebaran virus bisa lebih diminimalisir.

Perihal peluang penerapan PSBB diperpanjang atau tidak, Ismail menjelaskan akan tetap mengevaluasi secara keselurahan bersama tim. Ini dilakukan sebelum menjelang 7 Mei mendatang.

“Indikator dihentikan atau tidak, tergantung penyebaran Covid-19 dilihat dari aspek tingkat pandemi ODP maupun positif secara signifikan terjadi penurunan. Termasuk di konsultasikan di Gugus Tugas, baik provinsi dan dipantau pusat juga melihat perkembangan termasuk penanganan pemberlakuan PSBB,” terangnya. (*)


BACA JUGA