Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb saat bertemu sejumlaj warga yang dikarantina di Swiss-Belhotel, Rabu (06/05/2020).

PSBB Tahap Kedua, Pemkot Makassar Fokus Bangun “Social Engineering”

Rabu, 06 Mei 2020 | 20:28 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar resmi memperpanjang penetapan PSBB. Ini disampaikan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, Rabu (06/05/2020).

Kata Iqbal, keputusan ini telah disepakati oleh Forkompinda Makassar. Dalam PSBB tahap kedua ini, pihaknya ingin fokus dalam membangun rekayasa sosial atau social engineering.

Rekayasa sosial ini sendiri, kata dia, merupakan gerakan perubahan sosial secara terencana di tengah masyarakat untuk memulai hidup normal baru. Perubahan pola perilaku sesuai protokol kesehatan. Pola penindakan di tahap kedua ini disebut akan lebih humanis.

“Hasil pertemuan semalam dengan Forkompinda Kota diputuskan untuk menambah waktu sedikit lagi untuk social engineering-nya ini bisa berhasil. Perubahan perilaku masyarakat bisa berubah, sesuai protokol masyarakat,” katanya.



Usulan perpanjangan pun sudah disetujui oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah. Terlebih, ini juga dilakukan agar sinergitas bisa tercipta dengan PSBB yang juga diterapkan PSBB Gowa dan Maros.

“Tadi pagi kita juga rapat dengan Forkominda Sulsel yang dipimpin Gubernur (Nurdin Abdullah) akhirnya juga menyebut bahasa yang sama. Harus disinergikan dengan PSBB yang ada di Gowa dan juga yang akan berlangsung di Maros,” pungkasnya.

Mengenai durasi PSBB tahap kedua ini, Mantan Kasatpol PP Sulsel ini mengaku, pihaknya tidak akan memberlakukannya lagi selama 14 hari ke depan. Melainkan diterapkan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Tidak ditentukan lagi waktunya, tetapi akan diliat situasinya. kalau sudah cukup, maka dihentikan,” singkatnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menyetujui untuk memperpanjang PSBB di Makassar. Sebab, berdasarkan hasil evaluasi, pihaknya masih menemukan tingkat kepatuhan warga yang rendah.

“14 Hari PSBB Makassar ini boleh dikarenakan tingkat kepatuhan kita masih sangat rendah. Sehingga perpanjangan ini kita lakukan,” katanya saat ditemui di Swiss-Belhotel, Rabu (06/05/2020). (*)


BACA JUGA