Viral Tagar “Indonesia Terserah”, Begini Tanggapan IDI Makassar

Rabu, 20 Mei 2020 | 15:04 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Beberapa hari ini, tagar “Indonesia Terserah” menjadi trending atau populer di setiap lini masa media sosial. Awalnya ini dicetus oleh para tenaga medis yang menangani pasien Corona atau Covid-19.

Mereka ramai-ramai menuliskan ini dalam sebuah kertas di dalam ruang perawatan pasien. Spekulasi pun bermunculan karena tulisan tersebut. Namun sebagian besar pihak menyebut tulisan atau tagar tersebut merupakan bentuk keresahan tenaga medis.

Sebab, warga tidak menaati imbauan pemerintah soal physical distancing, bekerja dari rumah, memakai masker dan lainnya. Viralnya tagar tersebut tak lepas dari perhatian Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar.

Humas IDI Makassar, dr Wachyudi Muchsin mengatakan, bahwa dokter atau tenaga medis lainnya yang berhadapan dengan pasien Corona tidak pernah sekalipun lelah dalam merawat mereka. Pihaknya, kata dia, justru siap menanti pasien yang akan ditangani.



“Terserah itu bukan berarti kami dokter melepas tangan, itu maksudnya kami tunggu saja di rumah sakit, kami tidak pernah meninggalkan pasien, kami tidak pernah meninggalkan masyakarat yang terpapar Covid-19,” jelasnya saat ditemui, Selasa (19/05/2020)

Meski demikian, Lulusan Pendidikan Kedokteran UMI ini mempertanyakan mengenai keabsahan tulisan tersebut. Tetapi, ia tak menampik jika tagar “Indonesia Terserah” itu mampu mewakili perasaan dokter dan tenaga medis lainnya.

Banyaknya pasien Corona yang harus dirawatnya, membuat mereka harus menghabiskan waktunya hanya untuk mereka. Namun di sisi lain, para dokter dan tenaga medis lainnya harus rela meninggalkan keluarga untuk sementara waktu.

“Itu menjadi suara hati dokter juga sebagai manusia biasa, tentunya mau dong berkumpul dengan keluarga, mau dong seperti manusia normal lainnya. Tapi seperti ini yah kita harus menerima takdir bahwa ternyata tidak seperti itu harapan kita,” ujarnya.

Ia pun berharap, dengan viralnya tagar tersebut membuat warga sadar akan bahaya virus Corona. Olehnya, apa yang menjadi imbauan pemerintah mesti ditaati.

“Semoga semua menjadi sadar bahwa virus Corona ini bukan virus asal-asalan, semoga virus Corona ini bukan menjadi mereka menganggap enteng ini. Ingat virus Corona ini, sudah bermutasi 30 kali, artinya harus kita camkan itu, dan belum ada obatnya, belum ada vaksinnya,” tutupnya. (*)


BACA JUGA