Pihak keluarga terekam CCTV saat mengambil paksa jenazah PDP Corona dari RSUD Labuang Baji pada 5 Juni.

Soal Jenazah PDP Corona Dibawa Kabur dari RS Labuang Baji, Hasilnya Positif

Minggu, 07 Juni 2020 | 11:07 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Hasil swab jenazah Pasien dalam Pengawasan (PDP) Corona atau Covid-19 yang beberapa hari lalu dibawa kabur keluarga dari RSUD Labuang Baji akhirnya kelua. Jenazah pasien berinisial MY itu dinyatakan positif.

Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Umum RSUD Labuang Baji, Andi Mappatoba. Pihaknya, kata dia, telah mendapatkan informasi ini dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel.

“Iye benar hasilnya positif,” katanya saat dihubungi, Minggu (07/06/2020).



Untuk selanjutnya, ia mengatakan, bahwa akan dilakukan edukasi kepada warga yang sempat berkontak langsung dengan pasien. Tak hanya itu, kontak tracing dipersiapkan untuk mencegah penyebaran Corona dari pasien.

Tak hanya dari pihak RS, ia mengaku telah dibantu Dinkes Sulsel, Camat, dan Kelurahan untuk melakukan upaya tersebut. Sehingga, bisa dengan cepat ditemukan warga yang terpapar.

“Pihak Rumah Sakit tetap merawat pasien pak, hasil kemarin sdh di laporkan oleh Dinas Kesehatan ke Gugus Tugas Covid-19 untuk di tindak lanjuti dan di edukasi kepada masyarakat yang terpapar dengan pasien tersebut kerja sama dengan pemerintah setempat lurah, camat,” jelasnya.

Untuk diketahui, pasien MY ini masuk di RS Labuang Baji pada 4 Juni lalu. Adapun keluhan dari pasien sendiri, ialah sesak nafas, dan gejala Corona lainnya. Maka, pihak RS pun menetapkannya sebagai PDP Corona.

Dinyatakan meninggal pada 5 Juni, jenazah rupanya dibawa kabur oleh pihak keluarga. Almarhum diambil paksa dari ruang isolasi RS kemudian dibawa ke rumah duka yang bertempat di Jalan Rajawali, Kecamatan Mariso, Makassar. (*)


BACA JUGA