Dexamethasone/int

Waspadai Penggunaan Dexamethasone untuk Pasien Corona, Efek Sampingnya Berbahaya

Senin, 22 Juni 2020 | 09:16 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Obat Dexamethasone rupanya tak sembarang untuk diberikan kepada masyarakat. Meski disebut sebagai obat ampuh dalam meringankan gejala Corona atau Covid-19, penggunaannya mesti diawasi ketat oleh para dokter.

Hal ini pun disampaikan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar, dr Siswanto Wahab. Ia memperingatkan masyarakat terkait hal ini. Pasalnya efek samping yang dihasilkan obat itu dianggap tidak ringan atau bisa membahayakan kondisi tubuh.

“Harus diingat bahwa ini obatnya sifatnya steroid tapi dia ini bersifat immunocompromise dia bisa efeknya kalau penggunaan lama bisa menyebabkan daya tahan tubuh menurun,” ujarnya.



Sejauh ini obat tersebut memang secara bebas dipasarkan di berbagai klinik dan apotek. Apalagi tidak ada regulasi yang mengikat mengenai penggunaannya. Sebagai dokter spesialis kulit, dirinya kerap menggunakan Dexamethasone ke pasiennya dengan gejala Drug Eruption atau kasus keracunan obat, serta untuk pasien Stephen Johnson.

Selain dapat menurunkan kekebalan, efek lain yang dihasilkan adalah mengganggu peredaran lambung. Sehingga, penggunaan tersebut memang hanya diperuntungkan bagi pasien Covid-19 dengan kondisi parah.



Ia melihat penggunaan obat tersebut di beberapa negara cukup beralasan karena sifat obat tersebut digunakan bagi pasien penderita radang. Selain itu dari informasi yang beredar persentase angka kesembuhan dianggap cukup baik.

“Saya dengar informasi bahwa dia dapat mencegah morbilitas , artinya angka kematian yang 30 persen pengguna ventilator, dan juga mencegah morbilitas atau kematian 20 persen bagi orang yang menggunakan bantuan oxygen. Cuma inikan kompetensinya dokter paru ini yang sampaikan, bukan saya,” katanya.

“Perlu hati-hati dengan ini obat, obat ini mempunyai bahan kimia ada efek samping, dan ini yang diinformasikan dari Inggris yang selama ini beredar di TV, itu bukan untuk yang ringan, ini yang kasus berat yang digunakan, nah masalah berat ringan itukan dokter DPJP-nya yang mengetahui,” pungkas Siswanto.

Untuk diketahui, Dexamethasone kini banyak diperbincangkan di Indonesia. Pasalnya, tim peneliti dari Oxford Univeristy Inggris mengklaim bahwa ini mampu meringankan gejala bagi pasien Covid-19. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyambut baik hasil uji klinis awal terhadap obat ini. (*)


BACA JUGA