Kepsek SMA Negeri 6 Gowa, Erwin Wiyaja bersama staf berdiri di gerbang sekolah dengan mengenakan masker dan APD berupa face shield, Kamis (25/6/2020)

Cegah Penularan Covid-19, SMA Negeri 6 Gowa Terapkan Prokes Ketat

Kamis, 25 Juni 2020 | 09:35 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

GOWA, GOSULSEL.COM — Standar protokol kesehatan (Prokes) untuk mencegah penularan Coronavirus Desease (Covid-19) terus digaungkan. 

Baik di fasilitas umum, instansi, termasuk sekolah. SMA Negeri 6 Gowa misalnya. Dalam PPDB tahun ajaran baru 2020/2021 ini, sekolah yang dahulunya bernama SMA Negeri 1 Parangloe itu menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat. 

Kendati proses PPDB dilakukan secara online, namun, staf yang ditugaskan menginput data pendaftar calon siswa baru harus mengikuti standar protokol kesehatan. Seperti wajib pakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan. 

Kepala SMA Negeri 6 Gowa, Erwin Wijaya menerangkan, pihaknya sudah membagikan masker dengan kualitas terbaik untuk staf dan guru. Selain masker, juga dibagikan alat pelindung diri (APD) berupa face shield. 



Tidak hanya itu. Di depan pintu masuk sekolah disediakan tempat cuci tangan dan handsinitizer. “Staf yang ditugaskan selama proses PPDB wajib masker dan menjaga jarak. Juga rajin cuci tangan,” beber Erwin, Kamis (25/6/2020).

Sebelum masuk di sekolah, juga dilakukan pemeriksaan suhu tubuh. Mantan Kepsek SMA Negeri 1 Bajeng Barat itu mengungkapkan, penerapan protokol kesehatan ini sebagai upaya mendukung pencegahan penularan Covid-19. 

“Kami terapkan protokol kesehatan standar WHO. Semoga langkah ini menghindarkan staf dan guru SMA Negeri 6 Gowa terpapar virus Corona,” ucapnya. 

PPDB online di SMA Negeri 6 Gowa, lanjut Erwin sudah dimulai sejak 22 Juni 2020. Jadwalnya bersamaan dengan seluruh SMA di Sulsel. 

Adapun calon siswa baru yang tempat tinggalnya tidak memiliki jaringan selular dipersilahkan datang langsung membawa berkasnya ke SMA Negeri 6 Gowa dengan syarat mengikuti protokol kesehatan. 

“Ada kita siapkan termometer untuk jalur offline. Pendaftar harus menjalani pemeriksaan suhu badan di depan sekolah,” pungkas Erwin.(*)