Aliansi Karyawan RSI Faisal menggelar aksi di depan Disnaker Kota Makassar, Kamis (02/07/2020).

Soroti Anggaran Rp50 Miliar, Aliansi Karyawan RSI Faisal Tuntut Dewas Audit

Kamis, 02 Juli 2020 | 19:00 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – 157 karyawan Rumah Sakit Islam (RSI) Faisal yang tergabung dalam Aliansi Karyawan RSI Faisal kembali menggelar aksi, Kamis (02/07/2020). Kali ini mereka aksi di Kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Makassar.

RS bantuan Arab Saudi tersebut kemudian mendapat protes dari mereka yang dirumahkan. Ia menilai keputusan pihak manajemen mengenai merumahkan mereka dilakukan secara sepihak.

Selain itu, Koordinator Aliansi Karyawan RSI Faisal, Irham Tompo mendesak Dewan Pengawas Rumah Sakit (DPRS) untuk melakukan audit terhadap kinerja manajemen. Bahkan, pihaknya juga mendesak DPRS untuk mengaudit anggaran pembangunan RS yang jumlahnya Rp50 Miliar.

“Dewan Pengawas Rumah Sakit dalam hal ini yang diketuai oleh Pak Rapiuddin harus mengaudit kinerja manajemen Rumah Sakit yang di anggap melakukan tindakan sepihak,” jelasnya.



Tidak hanya itu, kata Irham, pihaknya juga mendesak Dewas untuk melakukan audit keuangan. Terkhusus dana pembangunan RSI Faisal. Sebab, anggaran Rp50 Miliar inilah yang memicu hak-hak karyawan tidak tertunaikan.

Bahkan, Aliansi Karyawan RSI Faisal ini akan mendatangi langsung kediamanan Mantan Presiden RI, Jusuf Kalla di Jalan Haji Bau. Pasalnya, JK sendiri merupakan salah seorang pembina Yayasan RSI Faisal. Guna untuk silaturahmi dan mengadukan nasib 157 karyawan yang dirumahkan tersebut.

Sementara itu, Penasihat Hukum Yayasan dam RSI Faisal, Mursalin R Maghun sebelumnya membantah hal tersebut. Pihaknya, kata dia, tak pernah menerima anggaran Rp50 Miliar itu.

“Tidak ada itu Rp50 Miliar. Itu tidak benar. Kami tidak pernah terima. Kalau pun kami dapat dan kami terima, ya Alhamdulillah, kami bisa bayarkan gaji karyawan,” kata Mursalin saat ditemui di RSI Faisal, Rabu (1/7/2020). (*)

Tags:

BACA JUGA