Humas IDI Kota Makassar, dr Wachyudi Muchsin

Angka Kematian Nakes Capai 100 Akibat Covid-19, Ini Kata IDI Makassar

Kamis, 03 September 2020 | 19:26 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Angka kasus kematian tenaga kesehatan (Nakes) dan dokter kini mencapai 100 akibat Covid-19. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar pun memberikan tanggapan terkait ini.

Humas IDI Kota Makassar, dr Wachyudi Muchsin menyampaikan kekecewaannya terhadap ini. Ia menilai angka kematian  nakes dan nakes yang tinggi tak terlepas karena kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi.

“Kita sudah lakukan protokol yang ketat, tapi tiba-tiba lagi mau dibuka bioskop, ampun deh. Kasihan kami ini, perhatikan dokter, nakes, yang punya keluarga,” keluhnya, Rabu (02/09/2020).

Ironisnya lagi, Wachyudi menyayangkan tidak ada perhatian pemerintah kepada dokter dan nakes yang menangani pandemi Covid-19. Tak ayal, jika angkanya terus bertambah.



“Tidak pernah ini diperhatikan dokter-dokter oleh pemerintah, gugus tugas. Bagaimana gizi, makanan, tidak ada!,” tegas pria yang akrab disapa Dokter Koboi ini.

“Malah dapat isu kita untung besar dari honornya, itukan isu semuanya, yang kami minta tolong bantu kami. Kita punya masing-masing keluarga,” sambungnya lagi.

Diketahui, pihaknya telah melaksanakan hening cipta bersama PB IDI. Pihaknya melakukan ini demi mengenang jasa 100 dokter yang meninggal karena terpapar Covid-19.

Dokter Koboi pun berharap dengan adanya kegiatan hening cipta tersebut, bahwa masyarakat makin paham. Di mana bahwa pandemi Covid-19 ini bukan sebuah konspirasi.

“Kami berharap masyarakat paham ini bukan virus biasa, ini luar biasa sebab terbukti 100 dokter yang tahu penanganan dan pencegahannya tapi terkena juga,” tutur Alumnus Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini.

Menurutnya, dokter dan nakes bukanlah garda terdepan dalam melawan Covid-19. Melainkan ialah masyarakat.

“Kita ingin bagaimana masyarakat dan pemerintah saling bahu membahu, ini pandemi belum pernah menurun, itu intinya,” kuncinya. (*)


BACA JUGA