Kadinkes Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin saat ditemui di Balai Kota Makassar, Selasa (02/06/2020).

Tekan Angka Kasus Dokter dan Nakes Terpapar Covid-19, Dinkes Pastikan APD Terpenuhi

Rabu, 09 September 2020 | 22:03 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar memastikan Alat Pelindung Diri (APD) untuk dokter dan tenaga kesehatan (nakes) terpenuhi. Pihaknya pun ingin angka kasus mereka terpapar Covid-19 bisa ditekan.

Kepala Dinkes Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin mengatakan, untuk saat ini stok APD untuk dokter dan nakes masih dalam status aman. Tidak seperti halnya awal pandemi beberapa bulan lalu yang mengalami kelangkaan.

“Untuk persediaan APD untuk nakes di Kota Makassar sampai saat ini masih terpenuhi,” kata Naisyah saat dihubungi, Rabu (9/9/2020).

APD menjadi sesuatu yang wajib digunakan dokter dalam melindungi dari penyebaran Covid-19 saat menangani pasien. Selain itu, dijelaskan Naisyah, kualitasnya harus sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Makanya tak boleh sembarangan.



“Standarnya pun sama yang ditetapkan oleh WHO dan Kemenkes. Kita tidak berani memakai APD di luar itu,” jelas Naisyah. 

Selain itu, Naisyah mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan sepeti pakai masker, rajin cuci tangan, dan jarak. Dengan begitu, risiko orang tertular akan sedikit dan akan meringankan pekerjaan dokter. 

“Bagaimana mereka (masyarakat) memelihara kesehatannya. Mematuhi protokol kesehatan dengan baik, sehingga tenaga kesehatan yang tidak bisa (kuat) lagi tidak harus terjun lagi menolong mereka itu juga dapat aman dari penularan,” ungkapnya. 

Kata Naisyah, kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan berdampak besar bagi dirinya sendiri maupun tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja di rumah sakit. 

“Jadi kita pakai masker, dokter juga aman. Selain nakes mematuhi protokol memakai APD yang lengkap juga masyarakat harus sadar,” katanya. 

Jika masyarakat tak patuh, lanjut Naisyah, maka persentase pasien yang masuk rumah sakit juga akan tinggi. Sehingga dokter yang bersentuhan langsung juga kemungkinan besar akan terpapar. 

“Ketidakpatuhan mereka berdampak pada tenaga kesehatan. Karena nakes tidak ada alasan untuk tidak menolong mereka yang terpapar Covid-19 untuk tidak menyentuh mereka,” tandasnya.(*)


BACA JUGA