Humas IDI Kota Makassar, dr Wachyudi Muchsin

IDI Makassar Minta Pemkot Gelar Tes Swab Massal di 15 Kecamatan

Senin, 14 September 2020 | 23:23 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar menilai tes swab massal yang hanya dilakukan 6 Kecamatan kurang efektif dalam melacak mereka yang positif Covid-19. Olehnya, pemeriksaan butuh di masifkan lagi.

Humas IDI Kota Makassar, dr Wachyudi Muchsin mengatakan, semestinya Pemkot Makassar harus melakukan pemeriksaan di 15 Kecamatan yang ada. Alasannya, agar cepat mengetahui yang positif dan segera diambil tindakan.

“Karena mobilisasi warga di Kota Makassar itu sangat cepat, baku dekat-dekat. Kita tidak tahu inang-inangnya ini terbang kemana,” kata Dokter Yudi saat dihubungi, Senin (14/9/2020).

Ketimbang 6 Kecamatan, dijelaskan Dokter Yudi, pemeriksaan di 15 Kecamatan juga lebih ampuh untuk menekan penyebaran Covid-19. Berbahaya apabila OTG berkeliaran dan menyebarkan Covid-19 ke orang lain. 



Terlebih, Kota Makassar masih berstatus zona merah. Bahkan pemerintah pusat memberikan atensi khusus mengingat kasusnya yang terus meningkat.

“Karena Makassar itu sudah jadi episentrum dan sudah dikatakan menyeramkan,” sambung Alumnus Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini. 

Untuk diketahui, Pemkot melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar telah melakukan tes swab massal di 6 Kecamatan. Diantaranya, Rappocini, Biringkanaya, Panakkukang, Tamalate, Manggala dan Tamalanrea.

Berdasarkan jadwal swab massal yang dikeluarkan oleh Dinkes Kota Makassar, di hari pertama, Jumat (11/9/2020) dilaksanakan di Kelurahan Minasa Upa kecamatan Rappocini. Hari kedua Sabtu (12/9/2020) dilaksanakan di Kecamatan Biringkanaya. 

Selanjutnya Swab test hari ketiga, Senin (14/9/2020) di Kecamatan Panakukang, hari ke empat, Selasa (15/9/2020) di Kecamatan Tamalate. Berikutnya hari kelima, Rabu (16/9/2020) di Kecamatan Manggala, dan hari ke enam, Kamis (17/9/2020) di kecamatan Tamalanrea.(*)


BACA JUGA