FOTO: Bupati Wajo Amran Machmud saat memberikan sambutan pada peresmian Call center 112 tersebut dinamakan Masiga/Ist
#

Layanan Cepat Call Canter 112 Kini Hadir di Wajo

Sabtu, 13 Februari 2021 | 21:53 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

WAJO, GOSULSEL.COM – Masyarakat Kabupaten Wajo patut bergembira. Kini telah hadir call center 112 di daerah yang bertajuk Bumi Lamaddukelleng ini. Diberi nama Layanan Kedaruratan Call Center Wajo Masiga 112, dan diresmikan langsung Bupati Wajo, Amran Mahmud di Gedung Public Service Center (PSC), Kamis (11/2/2021).

Dalam sambutannya, Amran Machmud mengatakan, layanan call center 112 merupakan program Kementerian Kominfo dalam membantu Kabupaten Wajo menuju terwujudnya Smart City. Call center 112 tersebut dinamakan Masiga yang dalam Bahasa Bugis berarti cepat. Masiga juga merupakan akronim dari MAsif, SIgap dan siaGA.

“Jadi kalau ada yang membutuhkan layanan darurat tinggal telpon 112 melalui telepon, ini gratis tanpa pulsa. Masyarakat akan lansung terhubung dengan operator layanan kegawatdaruratan,” katanya.

Ada 11 jenis layanan kedaruratan, seperti permintaan layanan ambulans, penyelamatan manusia, penanganan kebakaran, penanganan kerusuhan dan huruhara.

Lalu, penanganan masalah kesehatan, penanganan kecelakaan, dan penanganan tindak krimimal dan/tindak pidana.

Juga, penanganan kebencanaan, penanganan kekerasan pada perempuan dan anak, penanganan gangguan keamanan dan ketertiban serta penanganan kedaruratan lainnya.

“Petugas operator yang melayani 24 jam akan menghubungkan ke instansi penyedia layanan terkait,” katanya.

Pelayanan Terpadu Tanpa Dinding ini bermaksud melakukan upaya kesehatan dan keamanan secara promotif, preventif dan kuratif dengan kerjasama lintas sektor serta terintegrasi dengan OPD, PKK, TNI dan Polri.

Direktur Pengembangan Pita Lebar Kementerian Komunikasi dan Informatika, Marvel Sitomurang, dalam sambutannya secara virtual menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Wajo yang telah melakukan inovasi pelayanan cepat sehingga masyarakat bisa merasakan kehadiran negara.

“Terutama bagi Pemerintah Kabupaten Wajo, apalagi dikala pandemi yang masih berlangsung masyarakat banyak yang membutuhkan layanan darurat,” katanya.

Berdasarkan catatan Kementrian Kominfo, layanan tanggap darurat ini baru ada 65 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia. Khusus di Sulsel, Kabupaten Wajo adalah daerah ketiga yang memiliki layanan 112 setelah Kota Makassar dan Kota Pare-Pare.(*)


BACA JUGA