Rektor UNM, Husain Syam melepas secara resmi Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) semester genap tahun ajaran 2020/2021 yang dilakukan secara virtual, Selasa (16/03/2021)

Hadir di Tengah Bencana, Rektor UNM Dorong Peserta KKN Peduli Kemanusiaan

Rabu, 17 Maret 2021 | 23:44 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Husain Syam melepas secara resmi Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) semester genap tahun ajaran 2020/2021. Pelepasan tersebut di lakukan secara virtual, Selasa (16/03/2021).

KKN di tengah pandemi Covid-19, membuat pelaksanaannya berbeda dari sebelumnya. UNM membuat kebijakan KKN domisili. Di mana para peserta KKN, melakukan aktifitas KKN di tempat mukim masing-masing dengan dibekali program yang wajib mereka lakukan. 

Dalam paparannya, Husain Syam menjelaskan, UNM merupakan penggagas pertama KKN domisili yang diterapkan diberbagai kampus di Indonesia sebagai jawaban untuk tetap melangsungkan proses akademik terus berjalan. 

Juga UNM menghadirkan beberapa skema KKN. Diantaranya, KKN pasca bencana, sebagai wujud keseriusan UNM hadir di tengah masyarakat. Nantinya bakal fokus pada program trauma healing. Sekaligus membantu Pemprov Sulbar dalam mengembalikan situasi belajar bagi sekolah dan anak didiknya.

“Berbagai skema KKN kita hadirkan, ada KKN dalam kampus, KKN pasca bencana di mana para mahasiswa kita terutama mahasiswa pisikologi memberikan trauma heling, untuk menggairahkan dan menyemangati kembali masyarakat pasca bencana,” jelasnya. 

“Program lain yang bisa dilakukan pasca bencana ialah mengembalikan situasi belajar, memberikan pemahaman secara emosianal,” sambung Husain.

Ia juga berpesan agar mahasiswa yang menjadi peserta KKN mampu bersinergi dengan seluruh komponen masyarakat yang ada di lokasi masing-masing. Hadir sebagai masyarakat akademik, masyarakat intelektual yang mampu menyesuaikan dengan adat istiadat yang ada di lokasi penempatan.

“Saya sangat berharap sejauh yang saya pahami mahasiswa KKN UNM kehadirannya selalu membawa harapan ditengah masyarakat, kita hadir untuk bersinergi. Kita mainkan peran kita. Di lokasi KKN ada namanya adat istiadat kita hadir menyesuaikan adat istiadat yang ada di lokasi KKN,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat KKN, Arifin Manggau menyebutkan, sebanyak 1052, yang terbagi dalam KKN Reguler domisili sebanyak 533 orang, KKN Terpadu domisili sebanyak 410 orang, KKN Tematik Merdeka Belajar sebanyak 18 orang, dan KKN Profesi sebanyak 48 orang. Serta KKN Kampus sebanyak 43 orang yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia.

“Mahasiswa KKN tersebut, tersebar di 28 kabupaten kota. Provinsi Sulsel terdiri dari 21 kabupaten kota, provinsi Sulbar 2 kabupaten kota, dan provinsi lainnya, ada 5 provinsi yakni Jakarta, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, dan Papua. Dan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan sebanyak 32 orang Dosen,” ungkapnya.

“Pusat KKN-PM UNM juga telah merancang beberapa jenis-jenis KKN yang tentunya berangkat dari pikiran-pikiran bapak rektor, diantaranya KKN Pasca bencana, sebagai wujud keseriusan UNM dalam menyelesaikan problem masyarakat,” tambah Arifin. 

Pada kesempatan itu, hadir Kadisdik Provinsi Sulsel, Muhammad Jufri dan Kadisdik Provinsi Sulbar, Gufran Darma Dirawan. Keduanya memberi pembekalan kepada peserta KKN UNM.(*)

Tags:

BACA JUGA