PPDB 2021 tingkat SD dan SMP Makassar diakses melalui ppdb.makassar.go.id/Ist

Pelaksanaan Berakhir, PPDB Makassar Sisakan Sejumlah Masalah

Rabu, 21 Juli 2021 | 14:19 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD dan SMP baru saja berakhir. Walau demikian hal ini masih menyisakan sejumlah persoalan di masyarakat.

Seperti di Kelurahan Buloa Kecamatan Tallo. Warga mengeluhkan sulitnya mengakses sekolah negeri karena tak adanya SMP ataupun SMA Negeri terdekat yang dapat diakses masyarakat.

Sehingga menyulitkan anak-anak di sana bisa lulus pada jalur zonasi. Padahal, jalur zonasi diketahui menyediakan kouta yang cukup besar yaitu 75%.

Salah seorang warga Jalan Sultan Abdullah RT 2 RW 6, Nursiah misalnya. Ia mengaku sekolah negeri favorit di daerahnya yaitu SMPN 3, SMPN 22 hingga SMPN 7 yang notabene tidak masuk ke dalam kelurahan Buloa memiliki titik yang cukup jauh.

Persoalan ini dikhawatirkan berdampak pada jalur zonasi. Di mana sistem tersebut mengutamakan orang-orang terdekat dari sekolah.

“Kita harap sistem zonasi ditiadakan saja karena daerah sini itu jauh, jadi anak-anak sekolah kasian tidak ada yang dikasih ke negeri. Kita minta ditiadakan,” harapnya.

Terpisah, Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar Abdul Wahab Tahir megatakan harapan masyarakat yang menginginkan ditiadakannya sistem zonasi dianggap sulit. Sebab sudah menjadi kebijakan langsung dari pusat.

Meski demikian pemerintah masih bisa mentaktisi lewat penyediaan sekolah baru. Atau program regroupping sekolah.

“Seperti Buloa atau Parangloe itu daerah kelurahan padat, tapi jauh dari zonasi. Olehnya kita berharap paling tidak ini dibuat penambahan sekolah atau regroupping, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk sekolah,” kata Legislator Golkar tersebut.

Ia mengaku cukup optimis ada perubahan hingga PPDB mendatang. Terlebih, hal ini telah disampaikan langsung ke Walikota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto.

“Beberapakali saya sudah sampaikan Pak Wali, Insya Allah ada solusi keinginan anak-anak kita yang secara zonasi tidak menguntungkan, mudah-mudahan ini opsi alternatif dalam rangka meningkatkan layanan sehigga mereka merasa terlayani dengan baik,” pungkasnya. (*)


BACA JUGA