Kepala Dinas PPPA Gowa, Kawaidah Alham bertemu korban saat pertama kali dibawa ke RSUD Syekh Yusuf.

Besok, Dinas PPPA Gowa Akan Beri “Trauma Healing” Bocah Korban Kekerasan Orang Tua

Minggu, 05 September 2021 | 22:07 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Endra Sahar - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM–Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Gowa akan memberikan trauma healing kepada bocah perempuan inisial AP (6) pasca mengalami kekerasan oleh orangtuanya.

Diketahui, korban saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Rencananya, besok korban akan menjalani operasi.

“Iya mau dioperasi. Jadi besok saya akan bawa psikolog. Kalau bisa kita trauma healing sebelum operasi,” kata Kepala Dinas PPPA Gowa, Kawaidah Alham saat dikonfirmasi, Minggu (5/9/2021) malam.

Disebutkan Kawaidah Alham bahwa, proses trauma healing ini diberikan sebelum operasi agar saat korban menjalani operasi agak tenang.

“Setelah operasi kami akan kunjungi korban lagi. Karena sejak awal pasca kejadian memang terus memberikan pendampingan kepada korban,” ujarnya.

Kondisi terakhir korban sendiri sering merasakan sakit di matanya. Air matanya sering bercucuran. Hal itu diakui oleh keluarga korban, Bayu.

“Korban juga susah tidur karena matanya masih sakit. Perbannya sudah dilepas. Informasi yang saya terima, besok korban rencananya akan dioperasi,” ujar Bayu.

Diberitakan sebelumnya, bahwa korban AP diduga mendapatkan kekerasan dari orangtuanya sendiri. Kekerasan itu terjadi di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.

Peristiwa kekerasan itu dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Boby Rachman. “Benar telah terjadi dugaan penganiayaan atau kekerasan terhadap seorang anak dibawah umur di Tinggimoncong,” katanya, Sabtu (4/9/2021).

Boby menyebutkan bahwa, keempat terduga pelaku adalah ibu, bapak, paman, dan kakeknya. Para pelaku sudah diamankan oleh penyidik Polres Gowa.

Setelah diamankan lanjut Boby,
dua orang diantara pelaku dirujuk ke rumah sakit jiwa di Makassar. Keduanya diduga mengalami gangguan jiwa.

“Dugaan awal ada gangguan jiwa sehingga mereka tega menganiaya anak dibawah umur. Tapi kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak rumah sakit,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan informasi yang diperoleh tambah Boby, motif para pelaku melakukan penganiayaan itu karena berhalusinasi.

“Seperti ada kekuatan gaib yang mengharuskan pelaku melakukan penganiayaan terhadap anaknya,” ungkapnya.

Penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku terbilang diluar nalar. Sebab, mereka melakukan penganiayaan dengan cara melukai mata anaknya.

“Anak tersebut menderita luka di bagian mata kanannya. Saat ini korban dirawat di RSUD Syekh Yusuf,” imbuhnya. (*)


BACA JUGA