FOTO: Kepala Dinas Perdagangan dan Peridustrian (Pedastri) Kabupaten Gowa, Andi Sura Suaib

Kadisperdastri Gowa Ungkap Penyebab Harga Minyak Goreng Mahal

Jumat, 03 Desember 2021 | 14:07 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Endra Sahar - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM–Harga minyak goreng di sejumlah daerah di Indonesia termasuk di Kabupaten Gowa mengalami kenaikan cukup signifikan.

Dampak kenaikan harga minyak goreng pun sangat dirasakan oleh masyarakat, utamanya para pedagang dan penjual.

Melihat kondisi ini, pemerintah kabupaten Gowa tak berdiam diri. Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdastri), Pemkab Gowa telah memantau untuk melihat penyebab kenaikan harga minyak goreng.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa, Andi Sura Suaib mengaku pihaknya telah turun langsung melakukan pemantauan untuk melihat penyebab kenaikan harga minyak goreng.

Hasil dari pantauan tersebut lanjut Andi Sura, memang terjadi kenaikan dari distributor ke agen. Sehingga secara otomatis agen juga menaikkan harga minyak goreng.

“Satu bulan ini per dua minggu kita turun pantau ke distributor, agen. Yang kami jaga jangan sampai ada penimbunan.
Namun tidak ada penimbunan, itu karena harga dari distributor ke agen yang naik sehingga terpaksa agen juga menaikkan harganya,” ujarnya.

Meskipun harga minyak goreng mahal, namun Andi Sura Suaib memastikan ketersediaan minyak goreng masih aman.

Andi Sura menyebutkan saat ini harga minyak bimoli Rp 19 ribu perliter, sementara minyak curah Rp 16 ribu per liternya. (*)


BACA JUGA