Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri acara tanam perdana padi di lokasi IP300 di Desa Kayuloe Timur, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto Minggu (15/05/2022)

Canangkan Pertanaman IP300 di Jeneponto, Mentan SYL Optimis Produksi Terus Meningkat

Senin, 16 Mei 2022 | 11:49 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

JENEPONTO, GOSULSEL.COM — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menggelar Tanam perdana padi sekaligus pencanangan perdana indeks pertanaman (IP) 300 atau penanaman 3 kali setahun (Padi-Padi-Jagung).

“Jeneponto adalah daerah yang dikaruniai Allah luar biasa, dan pertanian itu merupakan jawaban dari hadirnya kehidupan yang lebih baik dan banyak sekali perintah agama kita yang mengatakan bahwa bertanam itu kehidupanmu,” demikian dikatakan Mentan SYL pada acara tanam perdana padi di lokasi IP300 di Desa Kayuloe Timur, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto Minggu (15/05/2022).

pt-vale-indonesia

“Pertanian itu selain untuk kebutuhan pangan kita juga untuk membuka lapangan pekerjaan. Pertanian bisa dikerjakan oleh anak kecil, laki-laki, perempuan sampai orang tua oleh karena itu inilah peluang yang sangat terbuka,” tambahnya.

Lebih lanjut SYL mengungkapkan bahwa pertanian membuat semua berjalan. “Industri apapun termasuk sekarang minyak dibuat dari sawit namanya B30. Sekarang pertanian pun tidak lagi mengenal ada daerah kering ada daerah basah karena ada teknologi ada varietas yang ada adalah siapa yang lebih gigih bekerja itu yang akan menuai hasilnya,” jelas SYL.

Menurutnya, penanaman padi dan jagung di Jeneponto adalah upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi nasional untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor. “Wilayah di Jeneponto ini sangat subur yang bisa dijadikan sebagai daerah percontohan penanaman IP300,” ucap SYL.

“Sekarang kita tidak perlu tanam besar-besar juga oke ada caranya, yang penting tadi itu ada mau, ada tekad ya kalo ada 1000 ha hasilnya itu 30 miliar kalo tiga kali tanam berarti 90 miliar anak mu bisa sekolah, bisa beli motor, pendidikan makin bagus,” tegas mentan.

Ditempat yang sama, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengungkapkan berbagai upaya dilakukan dalam rangka meningkatkan produksi sehingga ketersediaan beras dalam negeri benar-benar mampu dipenuhi sendiri, bahkan surplusnya dapat diekspor. Suwandi berharap kedepannya Jeneponto dengan potensi alam yang sangat baik ini dapat menerapkan sistim pertanaman IP400.

Untuk pencanangan ini, varietas padi yang ditanam adalah Inpari 42, Inpari 32, Mekonga dan produktivitas rata rata 5,4 ton/ha. Varietas jagung yang ditanam Pertiwi 2, Pertiwi 3, NK, RK457, Nasa29 dengan produktivitas rata rata 7,8 ton/ha.

Untuk diketahui Kabupaten Jeneponto dengan produksi padi tahun 2021 sebesar 163.218 ton GKG setara dengan 93.181 ton beras. Sedangkan Potensi Luas panen padi se-Kabupaten Jeneponto bulan Mei 2022: 609 Ha dengan estimasi produksi: 4.090 ton GKG. Untuk realisasi Luas Panen Padi Kabupaten Jeneponto 2021: 29.018 ha dengan estimasi produksi: 163.218 ton GKG dan Produktivitas 2021: 5,62 ton/ha.(*)


BACA JUGA