Sunatan Massal, Dompet Dhuafa, Masjid Jami’, Pesantren Darul Istiqamah
Anak-anak peserta Sunatan Massal di Masjid Jami’ Pesantren Darul Istiqamah, Sabtu (16/01/2016). (Foto: Dokumentasi Dompet Dhuafa Sulsel)
#

Sunatan Massal bersama Dompet Dhuafa Sulsel & Pesantren Darul Istiqamah

Sabtu, 16 Januari 2016 | 17:04 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Citizen Reporter

Halaman 1

Maros, GoSulsel.com – Halaman depan Masjid Jami’ Pesantren Darul Istiqamah ramai dengan anak-anak yang memegang sarungnya. Mereka sedang menunggu giliran untuk disunat dalam Sunatan Massal, Sabtu (16/01/2016). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Pesantren Darul Istiqamah.

“Alhamdulillah, Dompet Dhuafa Sulsel dan pihak Pesantren Darul Istiqamah dapat bekerja sama dalam Sunatan Massal. Untuk mengkhitannya, kami memanggil para dokter ahli sunat, Pacica,” Ungkap Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel, Andriansyah.

Pacica adalah sebuah unit pelayanan kesehatan yang khusus melayani tindakan sunat (circumcision) untuk berbagai usia. Di sini juga terdapat berbagai metode, berbagai jenis kelamin, dan berbagai masalah yang beraneka ragam dalam mengkhitan.

Dalam ruangan serbaguna Masjid Jami’ Pesantren Darul Istiqamah ini, 4 anak yang akan disunat sudah berbaring rapi di samping dokter . Beberapa anak yang kurang berani didampingi oleh orang tuanya. Dengan penuh kesabaran, sang ibu menenangkan anaknya jika sakit mulai terasa.



Ustadz Muzayyin Arif selaku Pimpinan Pesantren Darul Istiqamah mengelilingi ruangan. Ia memberi semangat ke anak-anak yang disunat.

Halaman 2

“Wah, jago ini. Hebat! Tidak menangis. Tidak sakit, kan?” ujar Ustadz Muzayyin ketika menghampiri anak yang tampak sangat tenang ketika diproses oleh dokter.

Sekitar 40 anak akan disunat hari ini. Peserta Sunatan Massal ini bukan hanya berasal dari Pesantren Darul Istiqamah, beberapa warga Maros sekitar pesantren juga hadir. Hafidz, salah seorang peserta dengan nomor urut 14 sudah siap dengan sarungnya.

“Ah, tidak takutja, sakit sedikitji. Tadi ada anak kelas 3 SD yang menangiski,” kata hafidz yang dengan penuh keyakinan menegaskan kalau dirinya tidak takut.(*)

Citizen Reporter: Humas Dompet Dhuafa Sulsel


BACA JUGA