(FOTO: Karya seni di Kampung Mangasa, Kabupaten Gowa/Sabtu, 10 september 2016/Marwan Paris/GoSulsel.com)

Festival Seni Kampung Mangasa Bukan Sekedar Festival Biasa

Sabtu, 10 September 2016 | 15:07 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Marwan Paris - GoSulsel.com

Gowa, Gosulsel.com – Festival Seni Kampung Mangasa bukan sekedar festival biasa. Sebagaimana dikatakan oleh AH. Rimba, penggagas dari kegiatan tersebut kepada Gosulsel.com, Sabtu (10/9) di kediamannya di Rumah Seni Kasumba, Jalan Daeng Tata Lama no.18A, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Seperti yang diutarakannya, dalam Festival Seni Kampung Mangasa 2016 ini, ada beberapa rangkaian kegiatan berjalan yang terdiri dari 2 tahap. Yakni tahap persiapan festival dan tahap pada puncak acara.

Pada tahap persiapan festival ada 3 agenda yang dijalankan sebelumnya. Yaitu, pertama ‘Sosialisasi kegiatan dan riset data’. Kegiatan ini mencakup sosialisasi rencana kegiatan Festival Mangasa sekaligus riset mengenai respon masyarakat Mangasa sendiri terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan. Riset ini juga mengidentifikasi beberapa area menarik di dalam wilayah Kampung Mangasa yang dapat digunakan untuk kegiatan seperti workshop, kerja bakti, lokasi puncak acara dan sebagainya. Kegiatan ini telah dilaksanakan dari tanggal 10 Juni hingga 10 Agustus 2016 kemarin.

Kedua, ‘Workshop Seni Mangasa’.┬áBeberapa kegiatan workshop yang dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan festival, yaitu workshop budaya Mangasa, Batik Lontara, Seni Rupa, Grafis Lingkungan, Komik dan Mural. Workshop seni pada Festival Mangasa adalah upaya untuk melibatkan warga kampung Mangasa secara langsung pada kegiatan festival. Workshop ini dibantu dan difasilitasi oleh komunitas dan pekerja seni se-Makassar dan seniman terkait. Mereka akan berkolaborasi langsung dengan masyarakat dalam membuat karya seni. Karya seni hasil workshop ini yang dipamerkan pada puncak acara festival yang sedang berlangsung sekarang.

Dan ketiga, ‘Kerja Bakti Kampung’, diadakan sebagai bentuk persiapan pelaksanaan Festival Mangasa. Kerja Bakti Kampung ini mengajak warga Mangasa untuk membersihkan tempat lingkungannya masing-masing, juga di sekitar tempat pelaksanaan acara festival.

Dan pada tahap, Puncak Acara Festival ada beberapa agenda yang tampil, antara lain; Panggung Seni pertunjukan yang berlangsung selama 3 hari mulai dari pembukaan di hari Jumat sore (9/9), hingga malam penutupan di hari Sabtu (10/9). Panggung seni pertunjukan akan menampilkan seniman dan pekerja seni yang diundang dan berkolaborasi dengan warga Mangasa.

Ada Pameran karya-karya hasil workshop antara lain budaya mangasa, seni rupa, komik, grafis lingkungan, batik lontara dan mural.

Halaman:

BACA JUGA