(FOTO: Seni ukiran kayu di kampugn mangasa 2016/Marwan Paris/GoSulsel.com)

Menengok Ragam Ukiran Kayu Menawan di Festival Seni Kampung Mangasa 2016

Minggu, 11 September 2016 | 07:33 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Marwan Paris - GoSulsel.com

Gowa, GoSulsel.com — Seni ukir kayu salah satu bidang kesenian ini hadir memamerkan beragam karya mereka dalam festival seni kampung mangasa 2016.

Komunitas Ukir Bersama Lestari (KUB Lestari) merupakan komunitas seni dari SMK Neg. 2 Somba Opu yang bergabung  bersama dengan masyarakat kampung Mangasa dan komunitas lainnya menghasilkan sebuah karya yang menarik untuk dipamerkan.

Ada banyak karya yang mereka hasilkan bersama masyarakat. Mulai dari patung, hiasan lampu, peti perhiasan, canteng kayu, hingga muniatur dari kapal phinisi.

Menurut Arman (17), seorang seniman ukir kayu mengungkapkan bahwa semua karya-karya tersebut dihasilkan dari bahan kayu-kayu yang tak terpakai baik dari sisa hasil pabrikan maupun kayu yang sudah tak terpakai lagi namun bisa diklah menjadi sebuah karya seni.

“Karya teman-teman semua ini adalah asli dari olahan kayu yang tak terpakai. Setiap jenis karya yang dihasilkan ini juga tergantung dari kualitas kayu yang dipakai. Semakin bagus kualitasnya, semakin bagus pula karya seni yang dihasilkan,” tuturnya kepada Gosulsel.com, Sabtu (10/9) di Festival Seni Kampung Mangasa, jalan Daeng Tata Lama, kelurahan Somba Opu, kabupaten Gowa.

Ia juga menambahkan, bahwa selama kegiatan Festival Seni Kampung Mangasa berlangsung, Ia merasakan betul apresiasi dan antusiasme masyarakat kampung dalam hal berkesenian.

“Masyarakat kampung Mangasa di sini sangat antusias dan men-apresiasi betul segala bentuk kesenian yang teman-teman adakan dan khususnya juga di seni ukir,” jelasnya.(*)

FOTO-FOTO Ukiran dari Kayu:

(FOTO: Seni ukiran kayu di kampugn mangasa 2016/Marwan Paris/GoSulsel.com)

(FOTO: Seni ukiran kayu di kampugn mangasa 2016/Marwan Paris/GoSulsel.com)

Halaman:

BACA JUGA