(FOTO: Patung massa di pertigaan jalan Andi Tonro, Sungguminasa, Kabupaten Gowa/Selasa, 13 September 2016/Marwan Paris/GoSulsel.com)

Patung Massa Sungguminasa dan Cerita Jera Kawanan Pencuri

Rabu, 14 September 2016 | 07:44 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Marwan Paris - GoSulsel.com

Gowa, Gosulsel.com – Pada era tahun 90-an ‘Patung Massa’ yang berada di persimpangan tiga antara jalan andi tonro, jalan Kacong Dg. Lalang dan jalan Abdul Muthalib Dg. Narang, di kabupaten Gowa ini dibangun dan bisa berdiri tegak hingga sekarang.

Diorama ‘Patung Massa’ yang dimana seorang pria pencuri dikelilingi oleh tiga patung pria yang sedang berdiri sambil mengkroyok pencuri dengan gambaran yang dramatis horor.

Suatu hal yang pasti diungkapkan oleh Dg. Sangkala (60) seorang warga pemilik warung yang tinggal dekat patung itu mengungkapkan bahwa tujuan patung itu dibangun awalnya untuk menakut-nakuti para kawanan pencuri yang memang ramai dikala itu. Dan patung itu sendiri dibangun oleh pemerintah setempat guna memberikan dampak jerah untuk pencuri.

Ketika ada pencuri yang tertangkap basah, ia akan dihakimi oleh massa lalu digiring tepat di samping patung untuk diperlihatkan. Sehingga pencuri itu bisa melihat dampak dari apa yang ia lakukan. Dari kisah itu warga setempat pun menyebutnya sebagai ‘Patung Massa’.

Keberadaan ‘Patung Massa’ memang agak berdampak baik kepada warga.
Namun patung ini juga membawa kesan kengerian akan dampak dari ‘Massa’.

“Saat ini pencuri memang sudah kurang, karena orang-orang sekitar sini sudah kenal itu ‘patung massa’,” tutur Dg Sangkala kepada Gosulsel.com, Selasa (13/9/2016)

Hingga saat ini, ‘Patung Massa’ masih terawat meski umurnya sudah puluhan tahun. Patung seolah jadi pengingat bahwa kriminal itu bisa berakibat buruk bagi si pencuri.

Halaman:

BACA JUGA