Sekda Gowa: Visi Misi Pemkab Gowa Sejalan dengan Wahdah Islamiyah

Minggu, 12 Februari 2017 | 12:43 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: Baharuddin - GoSulsel.com

“Berinvestasi di kualitas SDM memang jangka waktu lama, bahkan setelah pergantian pimpinan indikator keberhasilan belum terlihat berbeda dengan investasi infrastruktur yang langsung terlihat. Namun investasi ini tidak akan tergerus berbeda dengan inrfastruktur. Ada kejadian alam infrastruktur akan habis sedangkan investasi sumber daya manusia akan lebih permanen sifatnya,” tambahnya di hadapan anggota Wahdah Islamiyah.

Sebagai contoh rata-rata lama sekolah orang Gowa sepuluh tahun lalu hanya 6.3 yang artinya mereka rata-rata hanya tamatan Sekolah Dasar (SD). Melalui program pendidikan gratis selama sepuluh tahun rata-rata ini naik satu digit menjadi 7.5 tahun. Bagaimana jika tidak ada program pendidikan gratis maka rata-rata lama sekolah ini akan bertambah turun poinnya dengan situasi ekonomi masyarkat yang tidak kuat.

pt-vale-indonesia

Ketua Bidang I DPP wahdah islamiyah, H. Kasim Saguni mengungkapkan hal yang senada. Program pendidikan Gowa ikut menyukseskan program baca tulis dan buta aksara  alquran.

“Kami mengapresiasi program pendidikan di Gowa. Semangat pendidikan ini menular ke program bebas buta aksara alquran. Setial tahun ratusan ibu-ibu ikut wisuda untuk buta aksara alquran,” jelas Kasim.

Selain membuka Musda, H. Muchlis juga di daulat untuk mewisuda 40 santri  Tahfidzul Qur’an An Nur. Mereka yang diwisuda adalah santri yang sudah menghapalkan 1 dan 2 juz. (*)

Halaman:

BACA JUGA