(FOTO: Aksi Titus Bonai pada pertandingan PSM melawan Mitra Kukar/Minggu, 27 November 2016/Erick Didu/Gosulsel.com)

Titus Bonai, Si Kartu Truf Meneer Robert

Jumat, 12 Mei 2017 | 14:15 Wita - Editor: Syamsuddin - Reporter: Fajrin Amnur - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – PSM Makassar kokoh di puncak klasemen sementara hingga pekan kelima Liga 1 Indonesia dengan mengoleksi 13 poin terpaut dua poin dari Persib Bandung di posisi kedua. Pencapaian tersebut tak lepas dari sentuhan dingin sang pelatih Robert Rene Alberts dalam menerapkan strategi dan taktik serta kerja keras para punggawa PSM di lapangan.

Wiljan Pluim jelas menjadi sorotan mengingat perannya dilini tengah sangat vital dalam mengatur serangan PSM. Tak heran, jika pemain asal Belanda tersebut tak tergantikan di skuat utama Robert Alberts. Kepiawaian Wiljan Pluim dalam mengolah bola kerap kali menutupi aksi pemain lainnya.

pt-vale-indonesia

Titus Bonai, salah satunya. Pemain berusia 28 tahun tersebut memiliki skill dan kecepatan serta insting mencetak gol yang tinggi. Sayangnya, ia sering menjadi pemain pengganti di setiap pertandingan dilakoni PSM.

Itu tak lepas dari aturan liga dimana, tim yang berlaga harus memainkan setidaknya tiga pemain dibawah usia 23 tahun dan porsi paling sedikit 45 menit. Hal ini membuat Titus Bonai harus bersabar.

Kendati demikian, Tibo akronim Titus Bonai selalu menjadi sosok pembeda yang bisa membawa perubahan yang signifikan di lapangan. Ia pun sering menjadi kartu ‘truf’ Robert Alberts bagi Pasukan Ramang kala terjadi kebuntuan dalam mencetak gol.

Itu dapat dilihat pada tiga pertandingan terakhir PSM yakni melawan Persija Jakarta, Perseru Serui dan Arema FC. Dalam laga kontra Persija, alur serangan PSM kerap kandas karena ketatnya pressing dan marking pemain lawan terhadap Wiljan Pluim, si pengatur serangan.

Pertengahan babak kedua, Robert Alberts menurunkan Tibo menggantikan Ridwan Tawainella. Perubahan strategi pun terjadi. Eks pemain Persipura ini mengambil posisi Wiljan Pluim yang digeser menjadi pemain gelandang sayap ganti peran Ridwan Tawainella.

Hasilnya pun berbuah manis. PSM berhasil meraih kemenangan tipis lewat gol tunggal Wiljan Pluim. Meski tak cetak gol, namun peran Tibo kerap menyulitkan pertahanan lawan.

Hal serupa pun terjadi kala Ayam Jantan Dari Timur julukan PSM melawat ke markas Perseru Serui, 4 Mei lalu. Kembali, Tibo masuk di babak kedua menggantikan Romario Roberto Rumpaisum. Dalam laga tersebut, mantan Timnas U-23 ini mencetak gol perdana sekaligus gol kemenangan 1-2.

Melihat catatan tersebut bisa dibilang Tibo merupakan ‘senjata rahasia’ bagi Robert Alberts. Bukan hal baru bagi Tibo, di kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 lalu ia pun menjadi super sub bagi Luiz Ricardo dan Ferdinand Sinaga.

Robert Alberts sempat memberikan pemdapatnya mengenai penampilan Tibo. Pelatih berkebangsaan Belanda tersebut mengatakan Tibo pemain yang memiliki skill yang baik sehingga ia mempertahankan ketika PSM ‘cuci gudang’ sebelum liga bergulir.

“Masih ada satu lagi penyerang hebat lagi yakni Titus Bonai,” kata Robert Alberts.

Menarik dinanti aksi Tibo di laga selanjutnya dibawah nahkoda Robert Alberts.(*)


BACA JUGA