BI: Pertumbuhan Kredit Tertinggi dari Jasa Kesehatan

Rabu, 06 September 2017 | 11:29 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: A Nita Purnama - GoSulsel.com

Makassar, Gosulsel.com – Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), pertumbuhan kredit di Sulawesi Selatan meningkat. Hal ini utamanya didorong oleh kredit konsumsi.

Kredit perbankan di Sulsel pada Juli 2017 tercatat tumbuh 6,8% (yoy), lebih tinggi daripada pertumbuhan pada bulan sebelumnya (6,4%, yoy). Pertumbuhan tersebut didorong oleh kredit konsumsi (10,0%, yoy) diikuti kredit modal kerja (9,1%, yoy). Sementara itu, kredit investasi mengalami kontraksi -4,2% (yoy).

pt-vale-indonesia

Berdasarkan lapangan usaha, pertumbuhan kredit tertinggi tercatat pada lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial (43,8%, yoy), diikuti lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (31,7%, yoy), dan lapangan usaha perikanan (28,0%, yoy).

“Kredit tertinggi di jasa kesehatan. Kredit-kredit tersebut yang terkait pengembangan rumah sakit, sekolah-sekolah kesehatan. Dan ini selalu bertumbuh setiap bulannya,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Bambang Kiswono, Selasa (05/09/2017).

Sejalan dengan itu, kredit UMKM juga tumbuh meningkat terutama didorong oleh kredit modal kerja. Kredit UMKM di Sulsel pada Juli 2017 tumbuh 8,0% (yoy) meningkat dibandingkan bulan sebelumnya (6,7%, yoy).

Pertumbuhan kredit UMKM didorong oleh kredit modal kerja (13,8%, yoy). Sementara itu, kredit investasi terkontraksi sebesar -3,8% (yoy).

Dilihat dari skala usaha, pertumbuhan kredit UMKM tertinggi dicatat oleh kredit mikro (10,5%, yoy) diikuti kredit kecil (7,1%, yoy) dan kredit menengah (7,0%, yoy).

“Pertumbuhan kredit mikro bagus karena di atas pertumbuhan kredit umum yang sekarang. Kita harapkan bisa terus tumbuh,” ujarnya.

Berdasarkan lapangan usaha, pertumbuhan kredit UMKM tertinggi adalah lapangan usaha industri jasa kesehatan dan kegiatan sosial (33,8%, yoy), diikuti lapangan usaha perikanan (30,6%, yoy), dan pertanian, perburuan, dan kehutanan (29,5%, yoy). Peningkatan pertumbuhan kredit UMKM didukung dengan pengelolaan resiko yang baik.(*)

 

 

 

 


BACA JUGA