Ini “Curhatan” UPT Dinas Binas Marga di Sulsel

Kamis, 12 April 2018 | 15:19 Wita - Editor: Irwan AR - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

Makassar, Gosulsel.com – Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan mendengarkan sejumlah permasalahan setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) wilayah.

Dari enam UPT wilayah yang hadir pada rapat koordinasi, Kamis (12/4/2018) pada umumnya permasalahan yang dihadapi oleh setiap UPT adalah keterbatasan alat.

Seperti yang dialami UPT wilayah satu yang terdiri dari Kabupaten Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara dan Palopo. Dari 238 km panjang jalan provinsi di UPT wilayah satu hanya 70 km yang beraspal, dan selebih 168 masih jalan tanah.

Oleh Kepala UPT Wilayah satu Luwu, Mahmud meminta untuk pengadaan alat yang bisa difungsikan di daerah tersebut.

“Kita kan punya jalan provinsi terpanjang yang masih dalan kondisi jalan tanah, kalau bisa ad alat yang bisa standbay disitu pak,” ungkapnya.

Diketahui bahwa di UPT wilayah satu ini tepatnya di Kabupaten Luwu Utara terdapat jalan provinsi yang cukup parah, yaitu penghubung antara kecamatan Seko dan Kecamatan Masamba.

Diketahui juga untuk melewati jalan tersebut dibutuhkan biaya ojek yang cukup mahal, yaitu sekitar Rp. 800.000an.

“Biaya perjalanan saja dari Sabbang ke Seko itu pak menggnggunakan ojek itu sampai 800’ribu, lebih mahal dari naik pesawat dari Makassar ke Jakarta,” ungkap Mahmud beberapa waktu lalu.

Menurutnya lagi salah satu alat yang dibutuhkan di UPT wilayah satu Luwu adalah motor grader untuk meratan permukaan tanah.(*)


BACA JUGA