Endapan Lumpur Jadi Alasan Distribusi Air Bersih di Stop PDAM Maros

Senin, 03 September 2018 | 14:27 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

Maros,GoSulsel.com – Sejumlah wilayah di Kabupaten Maros, siap-siap untuk tidak mendapatkan suplai air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Maros selama dua minggu lamanya, terhitung mulai 3 september 2018 sampai dengan 16 September 2018 mendatang.

Hal ini disebabkan oleh adanya pengerjaan pemeliharaan berkala Bendung Batubassi oleh Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, yang mulai dikerjakan pada 29 Agustus 2018 lalu, Sehingga distribusi air bersih untuk perumahan warga, kantor dan petani terganggu dengan berkurangnya suplai debit air selama pengerjaan. Senin (3/9/2018).

Adalah endapan lumpur dan pasir yang menjadi alasan mengapa Balai Besar Wilayah Sungai Pompengang Jeneberang, untuk melakukan pengerukan dan pengurasan bendung tersebut.

“Mohon maaf kepada warga Maros, baik petani dan juga warga pelanggan yang terkena dampak. Pemeliharaan bendung ini dilakukan untuk membersihkan endapan kotoran yang ada,” ujar Direktur PDAM Maros Abd Baddar, lewat surat himbauan. 



Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Pelanggan PDAM Maros, Lory Hedradjaya menyampaikan bahwa, pengerukan Bendung Batubassi memang sangat urgen karena endapan lumpur yang tinggi, sehingga terjadi pendangkalan. Namum kebutuhan air bersih dari PDAM sangat dibutuhkan masyarakat saat kemarau ini. 

“Masyarakat menggantungkan kebutuhan air bersihnya pada layanan PDAM, mereka hampir tak punya sumur sebagai alternatif. Untuk itu PDAM mesti berkomunikasi baik dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang supaya ada solusi. Pengerukan berjalan, tapi layanan tetap berjalan, sekalipun mungkin ada pengurangan kuantitas air,” jelasnya. 

Adapun wilayah pelanggan yang terkena dampak perbaikan ini, yakni Jenetaesa, Batubassi, Kalabbirang, Minasa Baji, Allatengae, Boribellayya, Reda Beru, Alliritengae, Baju Badoa, Pallantikang, Tumalia, pasar sentral dan pusat kota Maros.

Wilayah lain yang terkena dampak, yakni utara kota, meliputi Balosi, Tambua, Marana, Tanringmata, Barandasi, Soreang, Macoa, Bontokapetta, Perumahan Maros Regency dan wilayah lain yang merupakan wilayah pelayanan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bantimurung. (*)


BACA JUGA