Tabligh Akbar UAS di Pangkep, Terkumpul Dana Sekitar 33 Juta Rupiah untuk Korban Gempa Lombok

Jumat, 07 September 2018 | 20:28 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Fotografer: Erik Didu - Go Cakrawala

Makassar, GoSulsel.com — Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad yang digelar di Alun-alun Citramas, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (6/9/2018) lalu berhasil mengumpulkan dana sekitar 33 Juta Rupiah untuk korban Gempa Lombok

Ribuan jamaah menghadiri Tabligh Akbar yang digelar oleh Pemkab Pangkep itu ikut mendoakan korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Doa dipimpin langsung oleh ustadz Abdul Somad saat hendak mengakhiri ceramah atau siraman rohaninya.

“Ya Allah ampunilah dosa-dosa saudara kami di Lombok, berilah saudara kami ketabahan dan kekuatan untuk menjalani cobaan yang Engkau limpahkan,” kata ustadz Abdul Somad lalu di aminkan peserta Tabligh Akbar.



Dan rencananya bantuan tersebut akan disalurkan melalui Aksi Cepat Tanggap Sulawesi Selatan.

Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid Saat ditemui di sela-sela acara tabligh akbar mengatakan bahwa Tabligh Akbar ini dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat pangkep agar lebih baik kedepannya sehingga bisa menciptakan masyarakat Pangkep yang berkarakter dan religius.

“Selain mengadakan tabligh akbar, acara ini juga dirangkaikan dengan penggalangan dana untuk saudara-saudara kita yang terkena musibah gempa bumi di Lombok. Duka orang Lombok adalah duka orang Pangkep, mari saling membantu, semoga Lombok segera kondusif dan semoga Allah membalas kebaikan kita semua, amin” terang Syamsuddin 

Adapun donasi dari hasil penggalangan dana di acara tersebut akan di amanahkan kepada Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Selatan sebagai lembaga kemanusiaan terpercaya yang telah bergerak sejak hari pertama gempa di Lombok. Dan juga aksi galang dana ini terlaksana berkat support teman-teman relawan MRI (Masyarakat Relawan Indonesia) Prov. Sulsel. 

Miswar Arifin selaku Ketua Umum MRI (Masyarakat Relawan Indonesia) Prov. Sulawesi Selatan mengatakan bahwa kami siap memberikan dukungan kepada setiap gerakan kebaikan khususnya yang ada di Sulsel ini. Dan ini juga merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama. Apalagi saudara se-bangsa se-tanah air kita di Lombok berada dalam masa-masa kritis untuk dibantu akibat gempa beberapa pekan yang lalu.

Organisasi kerelawanan MRI ini telah tersebar di seluruh pelosok Indonesia dan sebagai mitra penggerak kebaikan dari ACT.

Syahrul Mubaraq selaku Branch Manager Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Selatan mengatakan bahwa bantuan tak hanya ini saja, akan muncul lagi kepedulian lainnya yang kembali diberikan oleh masyarakat Sulawesi Selatan mengingat masyarakat korban gempa lombok masih sangat butuh bantuan kita hingga beberapa bulan kedepan.

“Seperti diketahui, posko ACT telah tersebar di beberapa titik di lokasi bencana gempa lombok. Sekitar 127 posko telah beroperasi, diantaranya 1 posko induk, 8 posko wilayah, 46 posko unit, 71 posko dapur umum, 1 posko food truck,” kata Syahrul.

Syahrul menambahkan bantuan masyarakat Sulsel ini akan diberangkatkan hari ini Rabu (28/8) dari Bandara Sultan Hasanuddin menggunakan Hercules. “Kita ada kerjasama dengan TNI Angkatan Udara dan dibantu adik-adik dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Prov. Sulsel yang turut serta ikut membersamai bantuan ini hingga ke lokasi’’ jelasnya.

Sebagai informasi tambahan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Pemerintah Kabupaten Lombok membangun Hunian Sementara Terpadu (Integrated Community Shelter/ICS). Ahad (19/8), peletakan batu pertama dilaksanakan di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Acara peletakan batu pertama tersebut dihadiri oleh Senior Vice President ACT Syuhelmaidi Syukur dan Bupati KLU Najmul Akhyar.

Syuhelmaidi menyampaikan, kompleks ICS di Lombok serupa dengan kompleks ICS yang pernah yang pernah dibangun untuk korban gempa Yogyakarta (2006) dan longsor Banjarnegara (2014). Kompleks ICS Lombok memuat ratusan unit shelter dan fasilitas umum lainnya.

“Kompleksnya akan terdiri dari 160 unit shelter, 1 masjid, dan Akan dibangun juga sarana kebersihan, sekolah dan masjid,” terang Syuhelmaidi, Minggu (19/8).

Hunian ini akan bertahan paling tidak tiga tahun lamanya. Pembangunan ini dilakukan guna memberikan tempat tinggal masyarakat sambil membangun rumah permanen mereka masing-masing.

Selain itu, guna meningkatkan geliat ekonomi masyarakat, ACT bersama Global Wakaf juga akan memberdayakan desa melalui program Desa Wakaf. Saat ini, Desa Wakaf sudah berjalan. “Sudah ada titik yang siap kami bor,” pungkas Syuhelmaidi.

Bagi masyarakat sulawesi selatan yang ingin menyalurkan bantuannya kepada korban gempa di lombok berupa beras, pakaian baru (non pakaian bekas), makanan (non mie instan), minuman, peralatan masak, peralatan mandi, dll, dapat mengantarkannya langsung ke kantor Aksi Cepat Tanggap Sulawesi Selatan yang beralamat di Jl. Sultan Alauddin Plaza Ruko BB No.11 Makassar atau melalui rekening atas nama Aksi Cepat Tanggap BNI Syariah 777 1659 997, Mandiri 127 000 781 6596, CIMB Niaga Syariah 8600 0680 9700. Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Call Center Aksi Cepat Tanggap 0411 898 6113 / 0821 9224 1414 atau via SMS/WA 0852 1000 5667.(*)


BACA JUGA