CPNS Makassar/ist

Formasi CPNS Gowa Sebanyak 257, Berikut Penjelasannya

Kamis, 27 September 2018 | 12:08 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Ryan Saputra - Gosulsel.com

Gowa, GoSulsel.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa telah membuka pendaftaran seleksi pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018 pada tanggal 26 September sampai 10 Oktober mendatang.  

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa,  H Muchlis yang juga merupakan Ketua Panitia Seleksi CPNS Pemerintah Kabupaten Gowa Tahun 2018, mengatakan bahwa tanggal 26 kemarin pendaftran sudah dimulai dan akan ditutup pada tanggal 10 Oktober yang akan datang. 

pt-vale-indonesia

“Saya kira kita sudah tahu formasi terbesarnya itu kuoatanya ada di bidang pendidikan dan kesehatan. Sementara untuk tekhnis lainnya itu melalui jalur umum. Bagi para pendaftar silahkan login melalui halaman web http://sscn.bkn.go.id,” ujarnya. 

H. Muchlis menyebutkan bahwa pendaftaran sekarang sudah melalui jalur online dan pendaftaran tidak lagi dalam bentuk kertas lagi. 

“Jadi sekarang itu pendaftar tinggal mengapload fortopolionya, kemudian dia scan ijazahnya, setelah itu di verifikasi di pusat. Kalau memang bersyarat, baru mereka bisa mencetak kartu testnya, ” ungkapnya. 

Menurutnya,  jumlah pendaftar CPNS untuk tahun ini diperkirakan mencapai 30 ribuan lebih, sebab tahun yang lalu sudah mencapai 30 ribuan. 

“Kita memang memperkirakan pendaftar mencapai 30 ribuan lebih. Untuk itu, pelaksanaan testnya kita akan lakukan di Daya, Makassar. Kita sudah menyiapkan sekitar 150 komputer untuk proses testnya,” ujarnya. 

Sebagai informasi, kuota untuk formasi CPNS di kabupaten Gowa yakni 257 formasi dan formasi umum yakni 192. Di bidang pendidikan atau tenaga guru dibutuhkan 85 orang, yang terdiri dari Guru Kelas sebanyak 67 orang, Guru Agama Islam sebanyak 6 orang, Guru Bahasa Indonesia sebanyak 3 orang, Guru Bahasa Inggris sebanyak 1 orang, Guru IPA sebanyak 1 orang, Guru Matematika sebanyak 2 orang, Guru Penjasorkes sebanyak 2 orang, Guru PPKN sebanyak 2 orang, dan Guru IPS sebanyak 1 orang.

Sementara untuk tenaga kesehatan dibutuhkan 71 orang, yang terdiri dari tenaga Apoteker sebanyak 2 orang,   Dokter Umum sebanyak 15 orang, Dokter Gigi sebanyak 5 orang, Epidemiolog Kesehatan sebanyak 4 orang, Fisioterapis sebanyak 1 orang,  Perawat sebanyak 10 orang, Perekam Medis Terampil sebanyak 1 orang, Pranata Laboratorium sebanyak 1 orang, Radiografer sebanyak 1 orang,  Asisten Apoteker sebanyak 7 orang,   Bidan Terampil sebanyak 11 orang,   Nutrisionis sebanyak 3 orang, Perawat sebanyak 9 orang, dan Pranata Laboratorium Terampil sebanyak 1 orang.

Sedangkan untuk tenaga teknis, dibutuhkan 36 orang yang terdiri dari Analisis Kepegawaian sebanyak 5 orang, Arsiparis sebanyak 1 orang, Auditor sebanyak 2 orang, Pekerja Sosial sebanyak 15 orang, Penelaah Mutu Konstruksi sebanyak 1 orang, Penata Ruang sebanyak 1 orang, Penyuluh Pertanian sebanyak 3 orang, Pranata Komputer sebanyak 2 orang, Teknik Jalan dan Jembatan sebanyak 2 orang, Teknik Pengairan sebanyak 2 orang, Teknik Peyehatan Lingkungan sebanyak 1 orang dan Teknik Tata Bangunan dan Perumahan sebanyak 1 orang. 

Adapun untuk formasi Tenaga Honorer K-2, dibutuhkan 65 orang yang terdiri dari Guru Kelas sebanyam 32 orang, Guru Agama Islam 15 orang, Guru PPKN sebanyak 4 orang, Guru Bahasa Indonesia sebanyak 5 orang, Guru Penjasorkes sebanyak 3 orang, Guru Matematika sebanyak 1 orang, Guru Agama Islam sebanyak 1 orang, Guru PPKN sebanyak 1 orang, Guru IPS sebanyak 2 orang dan Guru Bahasa Inggris sebanyak 1 orang.(*)


BACA JUGA