Ketua DPC Hanura Makassar, HM Yunus HJ
#

Ketua Hanura Ini Blak-blakan Bilang Caleg Perlu Uang Banyak untuk Menang

Jumat, 30 November 2018 | 09:30 Wita - Editor: Irwan AR - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Ketua DPC Hanura Kota Makassar, HM Yunus HJ secara terang-terangan mengandalkan uang banyak pada Pileg 2019 mendatang. Dia menuturkan, jika seorang Caleg yang ingin menang perlu menyiapkan uang yang cukup besar. Karena ada banyak hal yang perlu dibiayai sebagai Caleg.

“Yang namanya Caleg pasti banyak dana yang kita keluarkan. Karena membuat saja kartu nama, membuat namanya baliho. Membagi-bagikan kartu nama saja itu kita punya anggota, itu minta juga pembeli rokok,” kata Yunus, kamis kemarin (29/11/2018).

Yunus mengakui, seorang Caleg bisa memangkas ongkos politiknya jika sejak awal sudah menanam investasi sosial. Sebab, caleg yang memiliki teman yang banyak bisa irit ongkos.

“Kalau jauh sebelumnya sudah menyiapkan menanam investasi sosial sehingga banyak temannya, yang bersangkutan (teman) itu yang menyiapkan air minum,” ujarnya.



Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk incumbent. Menurut Yunus, ekspektasi pemilih kepada incumben sangat tinggi. Dia menjelaskan selama dua periode duduk di DPRD Makassar, pengalaman tersebut keral kali dirasakan oleh Yunus.

Dia tidak menepis, bahwa pemilih, khususnya konstituen dan sahabatnya pasti beranggapan bahwa dirinya memiliki banyak uang, apalagi dengan statusnya incumben. Sehingga segala aktivitas dan kebutuhan pencalegan Yunus harus dibiayai sendiri, tanpa ada lagi bantuan dari siapapun, karena sudah dianggap bisa membiayai dirinya secara mandiri.

“Kalau yang namanya incumbent itu tidak adami istilah gratis. Kalau saya dulu waktu masih pertama nyaleg, masih banyak yang mau bantu. Saya jalan saja sosialisasi ada yang menyumbangkan kursi. Tapi pas periode kedua nyaleg, dia bilang, ‘Aji, dulu saya sumbangkan kursi sekarang kita yang sumbangkan.’ Jadi kami (incumbent) harus menyiapkan dana,” ujarnya.

Yunus pun tidak menafikan jika ada caleg yang tidak punya uang banyak namun bisa terpilih. Itu karena mereka punya semangat berjuang dan jauh hari telah menanam investasi sosial. Namun, fenomena demikian tentu lebih sedikit ditemukan. Sebab, Yunus mengamati, caleg yang punya duit jauh lebih besar terpilih.

“Bukan uang segala-galanya menjadi caleg. Tapi tentu yang lebih banyak terpilih adalah caleg yang punya banyak uang,” jelasnya.(*)


BACA JUGA