Ilustrasi partai
Ilustrasi

Jubir Prabowo-Sandi Singgung PSI Sebagai Partai Nol Koma

Minggu, 06 Januari 2019 | 13:32 Wita - Editor: Irwan AR - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Akibat dari sikap DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara gambalang memberikan PSI award kategori kebohongan kepada kubu Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno memasuki babak baru. Giliran juru bicara Prabowo-Sandi yang mengalamatkan ‘sindiran pedas’ kepada partai baru itu.

Jubir Prabowo-Sandi, Andri Arief Bulu menyebut PSI adalah partai nol koma. Andri memberinya istilah sebagai partai Panokom.

“Terbukti dalam semua survey, baik oleh yang independen atau surveyor dari grup mereka, semua menempatkan PSI sebagai Panakom. Partai nol koma, dan bisa di pastikan terdegradasi dalam pemilu 2019 ini,” kata Andry, Minggu (5/1/2019).

Dia juga mengungkap sebagai partai baru PSI belum memiliki rekam jejak sama sekali. Disebut juga bahwa tawaran program PSI tidak jelas.



“PSI ini partai baru, yang rekam jejaknya dikancah politik Indonesia sama sekali tidak ada, program jualan tidak jelas, tokoh partai juga nihil. Mereka tidak punya basis suara,” kata Andry.

Dia mengatakan, sebagai partai baru PSI baru belajar politik tingkat dasar. Minim kualitas dan cenderung menebar fitnah.

“Partai ini baru belajar politik tingkat dasar, mainannya isu-isu yang cemen. Minim kualitas dan cenderung menebar fitnah,” katanya.

“Masyarakat juga sudah sangat pintar melihat partai mana yang punya idealisme dan konsep jelas dalam membangun bangsa,” tambahnya.

Sebelumnya, DPP PSI memberikan award dan piagam kebohongan kepada Prabowo, Sandiaga dana Andi Arief. Ketiganya diawal tahun 2019 dianggap oleh PSI sudah membuat kebohongan. PSI menyebut kalau award ini dibuat lantaran awal tahun sudah ada tsunami kebohongan.

Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PSI, Saful Haq mengklaim bahwa sikap PSI itu adalah bagian dari upaya memberikan pendidikan politik. Hanya saja, pernyataan Saiful dibantah Andry. Menurut Andry PSI adalah partai baru yang nyaris belum pernah berlajar politik, sehingga sangat dipertanyakan caranya memberikan pendidikan politik.(*)


BACA JUGA