Komisioner KPU Kota Makassar, Endang Sari/IST

KPU Makassar Cari 55 Relawan Demokrasi, Ini Tugasnya

Sabtu, 12 Januari 2019 | 12:42 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar mencari sebanyak 55 orang relawan demokrasi. Komisioner KPU Kota Makassar, Endang Sari mengatakan rekruitmen relawan demokrasi tersebut didasari tantangan sosialisasi dan pendidikan pemilih pada Pemilu 2019 lebih berat, karena kompleksnya penyelenggaraan Pemilu.

“Pemilih akan dihadapkan dengan 5 jenis surat suara di TPS. Butuh Kecermatan pemilih untuk memastikan tatacara pemberian suara yang benar di TPS. Sosialisasi dan pendidikan Pemilih yang lebih massif dan intensif juga dibutuhkan untuk menurunkan angka suara tidak sah dalam Pemilu,” kata Endang Sari, Sabtu (12/1/2019).

Dia mengatakan relawan ini akan bekerja tiga bulan selama tahapan pemilihan. Dijelaskan pula program relawan demokrasi adalah gerakan sosial yang dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilih dalam menggunakan hak pilih.

“Program ini melibatkan peran serta masyarakat dari 11 basis pemilih strategis seperti perempuan, disabilitas, pemilih berkebutuhan khusus, kaum marginal, komunitas, keagamaan, warga internet, dan basis relawan demokrasi,” katanya.



Relawan Demokras

Segmentasi ini, kata dia dilakukan dengan kesadaran bahwa, tidak semua lapisan masyarakat mampu dijangkau oleh program KPU.

Diapun berharap, program relawan demokrasi akan meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu tahun 2019.

“Program relawan demokrasi diharap mampu menumbuhkan kembali kesadaran positif terhadap pentingnya Pemilu sebagai jantung dari demokrasi kita. Bila Anda, kamu, kalian, punya mimpi yang sama dengan kami
Let’s join with us,” ujarnya.

Untuk diketahui, pencarian relawan demokrasi ini telah dibuka, dan akan berakhir pada tanggal 16 Januari 2019 mendatang. “Bawa formulir pendaftaranta di KPU Kota Makassar,” katanya.

Dijelaskan lebih jauh, relawan demokrasi akan melakukan mapping kelompok sasaran dan kebutuhan varian kelompok.

“Mereka mapping kelompok sasaran, mengidentifikasi kebutuhan varian kelompok sasaran, melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih,” tandasnya.(*)


BACA JUGA