Rapat koordanasi Muspida Gowa Terkait Penangan Banjir, di Baru Karaeng pattinggaloang, kantor Bupati Gowa, Rabu (23/1/2019
#

Bupati Sebut Bendungan Bili-Bili Masih Berstatus Waspada

Rabu, 23 Januari 2019 | 11:57 Wita - Editor: Irwan AR - Reporter: Dila Bahar - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM–Bupati Kabupaten Gowa, Adnan Puchrita Ichsan menyebutkan bahwa hingga saat ini bendungan Bili masih berstatus waspada. Informasi terakhir yang diperoleh, elevasi ketinggian air sudah semakin turun, yakni di ketinggian 100,91.

“Ketinggian air elevasinya sudah semakin turun, terakhir saya dapat informasi itu sudah berada di 100,91. Meskipun kemarin sempat ketinggian air cukup tinggi yaitu di 101,87,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya telah menyampaikan kepada warga yang ada di sekitar kawasan bendungan Bili-Bili untuk mengungsi terlebih dahulu hingga status waspada dicabut.

“Kita sudah menyampaikan untuk pindah dulu, sampai dengan status waspada ini dicabut, kalau status waspada sudah dicabut insyaallah masyarakat sudah boleh kembali pulang ke rumah masing masing,” jelas Adnan.



Adnan menjelaskan, banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Gowa disebabkan aliran je’nelata yang cukup deras bergabung dengan aliran Bili-Bili. Akibatnya, banjir tersebut mencapai ketinggian dada orang dewasa.

Khusus di bendungan Jenelata, Pemerintah Kabupaten Gowa sejak tahun 2016 mengusulkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai Je’neberang (BBWSJ) untuk membangun bendungan sekaligus agar bisa menampung air di lokasi tersebut.

“Karena mengingat juga kabupaten gowa ini sudah ada 4 bendungan yang sama sekali tidak mengaliri kabupaten Gowa, justru mengaliri kabupaten tetangga. Sehingga kita meminta untuk dibangun bendungan khusus mengaliri wilayah kabupaten Gowa sekaligus bisa mereduksi potensi air yang ada di je’nelata tersebut,” ujar Adnan. (*)


BACA JUGA