Sejumlah Truk mengantri di SPBU Maros akibat kelangkaan solar/YUSUF/GOSULSEL.COM
#

Solar Langka di Maros, Truk Menumpuk Hingga Bermalam di SPBU

Rabu, 13 November 2019 | 15:06 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

MAROS, GOSULSEL.COM – Sulitnya mendapatkan bahan bakar umum berupa solar di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan. Berdampak pada menumpuknya kendaraan hampir disetiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tak terkecuali di Kabupaten Maros.

Beberapa SPBU terlihat tidak memiliki persediaan solar dengan memasang papan pengumuman yang bertuliskan “solar habis”. Kelangkaan solar ini sudah berlangsung selama sekitar sebulan lebih.

Para sopir mengaku kesulitan mendapatkan solar itu terjadi hampir disemua daerah di Sulsel. Alhasil, para sopir harus rela menunggu beberapa hari di SPBU atau bahkan beralih ke bahan bakat lain untuk menyalakan kendaraan miliknya.

“Mau beli solar, susah mulai dari Bone sampai disini (Maros) tidak juga dapat solar,” kata salah seorang sopir truk Dandi.



Kelangkaan solar ini disinyalir akibat dari pengurangan stok ke SPBU oleh pihak pertamina. Selain itu, distribusi bahan bakar yang tidak lancar juga menjadi salah satu penyebab kelangkaan bahan bakar di SPBU. Belum lagi aktivitas penggunaan solar meningkat sehingga SPBU cepat mengalami kehabisan stok dari biasanya.

Pengawas SPBU Ballu-Ballu Maros Firman, mengatakan bahwa kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sudah terjadi hampir sebulan lamanya.

“Kurang lebih sudah sebulan solar langka, sebabnya biasa transport lambat. Pagi ada masuk terus habis lagi. Tidak ada pembatasan, mungkin karena mobil kesini semua ambil bahan bakar. Solar subsidi yang habis, non subsidi tidak langka,” kata Firman.

Akibat dari kelangkaan solar ini, sejumlah SPBU memilih untuk tutup sementara. Tidak hanya sopir truk, kelangkaan solar ikut menyulitkan warga dalam bertani.(*)


BACA JUGA