Keributan soal pemakaman jenazah pasien Covid-19 terjadi antara pihak keluarga dan pihak Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulsel di RS Stella Maris, Sabtu (4/4/2020)

PDP Corona Meninggal di Stella Maris, Keluarga Pasien Tolak Pemakaman Sesuai Protokol

Sabtu, 04 April 2020 | 18:06 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Satu lagi Pasien dalam Pengawasan (PDP) Corona atau Covid-19 meninggal dunia, tepatnya di Rumah Sakit (RS) Stella Maris, Sabtu (04/04/2020). Akan tetapi, ada perselihan ketika jenazah pasien hendak dimakamkan.

Pihak keluarga menolak apabila jenazah pasien harus dimakamkan dengan standar yang diinstruksikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pasalnya, mereka menilai jenazah belum dinyatakan positif. 

Lantas, keributan pun terjadi antar pihak keluarga dan pihak Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulsel di luar RS Stella Maris. Saat tim hendak mengantar jenazah menggunakan ambulans ke Pemakaman Macanda, Kabupaten Gowa. Pihak keluarga bersikukuh mengambil alih proses pemakaman dan membantah jika keluarganya itu telah terpapar Corona.

Dikonfirmasi, Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengaku bahwa perselisihan memang terjadi di RS Stella Maris antara pihak keluarga jenazah pasien dan Gugus Tugas. Namun, kata dia, bahwa permalasahan tersebut telah selesai. Pihak keluarga pun setuju dengan proses pemakaman dengan protokol dari WHO.



“Setelah kami konfirmasi pihak keluarganya tidak ada masalah dan sudah paham,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (4/4/2020).

Lanjut, kata dia, bahwa pihak keluarga tidak ingin dimakamkan lantaran pasien tidak terinfeksi Corona. Mereka ingin jenazah dikembumikan dengan cara biasa. Akan tetapi, pihak Pemerintah pun memberikan pemahaman seputar prosedur pemakaman jenazah Corona.

“Tadi ada pemahaman yang kurang bahwa semestinya begini semua yang ODP maupun PDP kalau perlakuannya sudah perlakuan Covid-19, selama belum ada hasilnya kalau belum negatif. Pemahaman selama ini oleh masyarakat bahwa kalau belum ada hasil positif maka dia bukan Covid-19,” tambahnya.

Untuk menghindari kasus ini terjadi, ia meminta kepada pemerintah pusat agar hasil pemeriksaan spesimen atau swab terhadap pasien Corona bisa lebih cepat keluar. Sehingga, nantinya tidak ada lagi kesalahpahaman di kemudian hari.

“Itu yang tadi masalahnya belum keluar, makanya kami meminta kepada pemerintah pusat supaya memperbanyak tenaga di lab di makassar supaya semua hasil swab di lab bisa keluar lebih cepat kalau bisa dalam sehari sudah ada masyarakat tidak menimbulkan rasa was-was. Ini postif atau negatif, dari keterlambatan inilah yang membuat persepsi,” harapnya.(*)


BACA JUGA