Program 'Plasma BUMN untuk Indonesia' berlangsung di Kantor PMI Kota Makassar, Senin (8/2/2021)

Ikuti Intruksi Menteri, Pelindo IV Dukung Program Plasma BUMN untuk Indonesia

Selasa, 09 Februari 2021 | 13:28 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Menteri BUMN, Erik Thohir menginstruksikan agar seluruh BUMN mendukung program Plasma untuk Indonesia. Kegiatan ini berkerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

Di Makassar, program ‘Plasma BUMN untuk Indonesia’ dilaksanakan di Kantor PMI Kota, Senin (08/02/2021). Hampir diikuti semua BUMN yang ada, yakni PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV (Persero), PT Pertamina, PT Semen Tonasa, PT IKI, PT KIMA, PT Virama Karya, serta perbankan BUMN.

Ketua PMI Kota Makassar, Syamsu Rizal mengungkapkan bahwa pihaknya sangat berterima kasih kepada Kementerian BUMN yang telah menginisiasi kegiatan ini. Juga berkomitmen untuk menindaklanjuti kegiatan ini karena pihaknya selama ini memang mengalami kesulitan terkait donor plasma. 

“Pak JK sudah sampaikan bahwa tingkat keberhasilan pendonor di Jakarta itu sudah berada di atas angka 18%, jadi hampir 20% dan dari 100 itu ada 20 pendonor. Tapi kalau kita di Makassar ini baru berada di angka kurang lebih 9%, masih dua kali lebih rendah dari yang ada di Jakarta,” katanya.

Menurutnya, di antara 12 pendonor yang diperiksa baru satu yang berkesempatan untuk berdonor plasma. Sebab belum semua penyintas Covid-19 di-tracing dan juga mau menyampaikan secara mandiri bahwa mereka terkena Covid-19 atau sudah sembuh. 

“Jadi belum ada self assessment dari Dinas Kesehatan. Bahkan kita baru 3 pekan terakhir setelah program donor plasma dilaunching, baru mendapatkan dukungan dari tim Satgas Covid-19,” kata pria yang akrab disapa Deng Ical ini.

Ia mengemukakan, pihaknya tidak memiliki target untuk donor plasma. “Pokoknya sebanyak mungkin karena sejauh ini PMI Kota Makassar sudah melayani 11 provinsi di Kawasan Timur Indonesia (KTI), seperti Timika, Papua, Papua Barat, Ambon, Ternate, Morowali, Manado, Samarinda dan Batu Licin,” sebutnya. 

“Kita berharap terutama kesadaran para penyintas untuk bisa mengambil bagian supaya kans untuk sembuh bagi saudara-saudara kita yang terkena Covid-19 bisa lebih tinggi karena dari hasil penelitian di Jakarta, Surabaya dan Semarang, itu efektivitasnya sampai 90%,” katanya.

“Jadi kalau bisa tertolong dengan donor plasma ini, harusnya kans-nya untuk sehat kembali itu besar sekali. Jadi tolong para penyintas agar meluangkan waktu untuk melakukan donor plasma,” sambung Deng Ical.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Makassar, Sukmawati mengatakan saat launching program ini, total ada 13 penyintas Covid-19 yang diterima dari BUMN. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan ternyata hanya dua orang yang bisa lolos karena memenuhi syarat sebagai pendonor.

“Ada beberapa syarat jika seseorang ingin melakukan donor plasma. Di antaranya, harus laki-laki, bukan orang tanpa gejala (OTG), rentang masa dinyatakan negatif yakni 14 hari sampai dengan 1 bulan dan juga melalui pemeriksaan kesehatan lainnya,” terang Sukmawati. 

Ia mengatakan, pihaknya sangat bersyukur. Sebab, telah hadir program donor plasma konvalesen dari para pegawai dan keluarga BUMN yang dilaksanakan mulai 8 Februari. 

Menurutnya, untuk menjadi penyintas Covid-19 memang tidak mudah karena harus melalui berbagai tahapan. “Seperti PT Virama Karya yang mengirim 7 orang, namun tidak satupun yang lolos,” ujarnya.

Adapun dua orang pendonor plasma yang lolos dalam kesempatan hari ini (Senin), yakni M. Yasin dan Tohirin. Keduanya merupakan karyawan di PT Semen Tonasa.(*)


BACA JUGA