Wakil Ketua Bidang Kepedulian Sosial BMPD Sulsel, Andi Hudli Huduri menyerahkan secara simbolis bantuan kepada Ketua PMI Kota Makassar Syamsu Rijal dan Humas IDI Kota Makassar dr Wachyudi Muchsin/Ist

BMPD Sulsel Serahkan Bantuan Penanganan Covid-19 ke IDI dan PMI Makassar

Sabtu, 31 Juli 2021 | 18:28 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan aksi peduli nyata membantu dokter, serta nakes melawan pandemi Covid-19 yang saat ini sedang meninggi. Bantuan tersebut diserahkan kepada PMI Kota Makassar dan IDI Kota Makassar.

“Bantuan kepedulian ini bentuk Tanggung jawab (Corporate Social Responsibility–CSR) perbankan yang tergabung dalam BMPD,” ujar Wakil Ketua Bidang Kepedulian Sosial BMPD Sulsel, Andi Hudli Huduri yang menyerahkan secara simbolis Kepada Ketua PMI Kota Makassar Syamsu Rijal, Humas IDI Kota Makassar, dr Wachyudi Muchsin, dan Wakil Ketua UTD PMI Makassar, Khudri Arsyad.

Bantun untuk dokter dan nakes berupa alat pelindung diri (APD), masker medis, handscoon serta bantuan lain dengan mendorong donor darah. Bantuan ini baru tahap awal melihat kebutuhan untuk dukungan nyata BMPD kepada dokter serta nakes di garda terdepan melawan Covid-19.

Humas IDI Kota Makassar, dr Wachyudi Muchsin mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian BMPD Sulsel mendukung dokter serta nakes. Kepedulian BMPD sejak awal Covid-19 tahun lalu hingga saat ini terbukti nyata banyak membantu dokter serta nakes.

“Khususnya saat ini banyak yang terpapar Covid-19, data tersebut juga bisa diakses melalui laman covid19.go.id yang diperbaharui setiap sore,” katanya.

Lanjut, pria yang akrab disapa Dokter Yudi ini mengatakan, meningkatnya orang yang terpapar Covid-19 di Sulsel dan Indonesia. Sehingga diharap penyintas Covid-19 mengajak kerelaan seluruh penyintas Covid-19 untuk mendonorkan darah plasma konvalesen di PMI atau rumah sakit yang memiliki fasilitas donor plasma konvalesen.

“Ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan plasma darah yang sesuai dengan kebutuhan, jika cocok penyintas bisa mendonorkan plasma darahnya,” tandasnya.(*)


BACA JUGA