#

Wahab Tahir Kepincut Dampingi Danny, Hamzah Melambung Selangkah

Jumat, 25 Agustus 2017 | 15:06 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Belakangan dua legislator Makassar kepincut menyatakan sikap untuk bertarung di Pilwali Makassar 2018 mendatang. Mereka adalah Sekretaris DPD II Golkar Makassar, Wahab Tahir dan Ketua DPD PAN Makassar, Hamzah Hamid.

Hanya memang mereka cenderung realistis di 02 (wakil wali kota), itu pun hanya mendampingi Wali Kota petahana, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto.

pt-vale-indonesia

Hamzah yang dikonfirmasi mengatakan bahwa keinginannya atas dorongan kader PAN pada Musyawara Kerja Nasional (Mukernas) di Bandung. Olehnya saat ini telah ditindak lanjuti melalui survey. Ia mengaku sudah membangun komunikasi dengan Danny dan namanya masuk dalam simulasi survey.

“Iya, kita sudah komunikasi dengan pak Danny, dan Insya Allah masuk survei. Untuk survey PAN kan sudah pasti masuk. Intinya saya ini siap berkompetisi pada survey sebagai pertimbangan rasional,” kata Hamzah saat ditemui di Gedung DPRD Kota Makassar, pada Jumat (25/8/2017).

Selain itu, fungsionaris PAN Makassar mulai dari tingkat DPP hingga ranting solid mendorong Hamzah. Bahkan segera menjadwalkan rapat pleno bersama Tim Pemenangan Pilkada (TPP) dan Juru Kampanye (Jurkam) PAN serta seluruh pengurus PAN Makassar.

“Kita akan lakukan pertemuan, ini langkah strategi sosialisasi dan pemenangan paket Danny – Hamzah. Kader sudah solid, karena memang perintah partai,” tutur Wakil Ketua Bidang Media dan Humas PAN Makassar, Syarifuddin.

Berbeda dengan Wahab Tahir (WT). Langkah legislator Golkar ini kandas lantaran adanya rivalitas kader internal. Diketahui Ketua Golkar Makassar, Farouk M Betta dan Bendahara Golkar Sulsel Rusdin Abdullah (Rudal) juga akan bertarung pada hajatan politik lima tahunan mendatang.

Selain itu, Wahab diperhadapkan dengan mekanisme beringin. Beberapa waktu lalu, Sekjen DPP Golkar, Idrus Marham menegaskan bahwa siapapun yang akan diusung harus mengikuti proses dan mekanisem. Sementara Wahab yang tiba – tiba menyatakan sikap tidak mengikuti tahapan penjaringan di Golkar.

“Kekuatan Golkar, kekuatannya ada pada sistem, oleh karena itu kita berharap mengikuti sistem yang ada. Nurdin Halid saja yang kemudian calon (Gubernur) Partai Golkar, tetapi tetap mengikuti mekanisme yang ada,” kata Idrus di Rumah Ratulangi Golkar beberapa waktu lalu.

Lanjut Idrus, Partai Golkar menegaskan kepada semua kader bahwa untuk menjadi pemimpin, sebelumnya harus belajar untuk dipimpin.

“Karena itu, saya selalu mengatakan di Golkar, kalau kita mau menjadi pemimpin, kita harus belajar dipimpin. Kalau ada orang dipimpin berontak terus, maka kalau jadi pemimpin yang, dipimpin akan memberontak juga,” tuturnya.

Tidak hanya itu, bahkan nama Wahab belum pasti masuk dalam survey uang dilakukan Danny. Hal lain lantaran DPP Golkar cenderung mendukung Aru di posisi 01.

“Kita akan perioritaskan kader, apalagi kalau pimpinan partai di daerahnya, akan tetapi memiliki kapasitas dan kapabilitas. Tentu teruji melalui hasil survey yang terukur,” ucap Idrus.(*)


BACA JUGA