Sumber: Internet
#

Meski Koalisi Melemah, Gerindra Yakin Tak Ulangi Kegagalan Pilpres 2014

Minggu, 12 Agustus 2018 | 07:48 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Pertemuan head to head antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto akan terulang di Pilpres tahun 2019 mendatang. Dua tokoh nasional ini sebelumnya bertarung di Pilpres 2014. Saat itu Jokowi yang menggandeng Jusuf Kalla (JK) mengalahkan Prabowo yang menggandeng Hatta Rajasa.

Hanya memang, untuk Pilpres 2019 nanti ada perubahan komposisi koalisi partai pengusung dan calon wakil presiden (Cawapres) yang mereka gandeng. Jokowi memilih tokoh karismatik NU, KH. Ma’ruf Amin sebagai wakilnya. Sementara Prabowo menggandeng Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

Khusus untuk koalisi partai, kekuatan Prabowo relatif melemah. 3 partai pengusungnya di tahun 2014 lalu saat ini beralih ke pasangan Jokowi-Ma’ruf. Mereka adalah PBB, PPP, dan Golkar.

Jokowi Kesampingkan Mahfud MD, Warga NU Bergejolak?



Tidak hanya itu saja, keunggulan lain yang dimiliki pasangan Jokowi-Ma’ruf lantaran statusnya sebagai petahana. Sehingga memiliki modal popularitas yang tidak diragukan lagi, serta karya di masa kepemimpinanya menjadi modal besar saat kampanye nanti.

Meski begitu, keunggulan Jokowi-Ma’ruf tidak mempengaruhi koalisi partai pengusung Prabowo-Sandi di Sulsel. Belajar dari Pilpres 2014 lalu, Jokowi memang menang telak di Sulsel. Saat itu, Jokowi-JK meraup 3.037.026 suara, sementara Prabowo-Hatta hanya mampu mendapat 1.214.857 suara.

Akan tetapi, perlu diketahui saat itu Jokowi menggandeng tokoh sesepuh Sulsel, yakni Jusuf Kalla. Untuk sekarang terbalik, giliran Sandiaga Uno mulai diopinikan sebagai putra keturunan Bugis-Makassar.

Halaman:

BACA JUGA