(Foto: Titik rawan kecelakaan Jl Trans Sulawesi di Maros/Sabtu, 2 Juli 2016/Muhammad Yusuf/GoSulsel.com)
#

LSM Bumi Mentari Nilai Pengerukan Aspal di Maros Teledor

Minggu, 03 Juli 2016 | 21:14 Wita - Editor: adyn -

Maros, Gosulsel.com – Pengerjaan proyek pengerukan aspal jalan trans sulawesi yang berada di Maros, menuai kritik dari sejumlah kalangan. Lantaran, pengerjaannya dibulan suci Ramadhan ini dinilai sangat rawan kecelakaan.

Hal itu dikatakan oleh Direktur Lembaga Bumi Mentari, Ilham Lahiya saat ditemui. Minggu (3/7), mengatakan bahwa pengerjaan jalan trans ini seharusnya dilakukan sebelum bulan ramadhan agar tidak mengganggu arus lalu lintas para pemudik.

pt-vale-indonesia

“Pengerjaannya ini sangat teledor, saat ini telah memasuki arus mudik lebaran. Semua orang tau itu, tapi kok proyeknya tetap saja dikerjakan, padahal untuk menyelesaikan proyek ini butuh waktu lebih dari sebulan,” katanya.

Ilham yang juga merupakan penggiat lingkungan ini menambahkan, selain kondisi jalan yang rentan untuk terjadinya kecelakaan juga debu dan pasir yang beterbangan sangat berbahaya bagi pengendara, khususnya bagi pengendara motor.

“Tidak malam, tidak siang debu dan pasir beterbangan di bekas pengerjaan proyek yang ditinggal itu. Sangat rawan sekali bagi pemudik yang menggunakan motor,” tambahnya.

Diketahui, pengerjaan proyek ini ditargetkan rampung pada bulan oktober mendatang. Namun, untuk saat ini pengerjaannya dihentikan agar tidak memacetkan jalan dan mengganggu pemudik yang hendak pulang kampung.


BACA JUGA